JOGJA, bisnisjogja.id – Perusahaan teknologi keuangan berbasis dompet digital yang menyediakan platform pembayaran dan layanan keuangan, DANA, terus melakukan inovasi memperkuat keamanan pengguna.
”Kami menempatkan keamanan data sebagai prioritas utama dan mengimplementasikan serangkaian langkah pengamanan yang komprehensif. Ini semua untuk kenyamanan pengguna,” tutur Chief Legal & Compliance Officer DANA Indonesia, Dina Artarini, Rabu (15/1/2025) petang.
Ia mengungkapkan itu dalam agenda ”DANA Media Day” di Yogyakarta. Acara tersebut merupakan bagian dari edukasi keuangan digital bagi media dan masyarakat.
Dina menjelaskan langkah-langkah untuk menjaga keamanan pengguna yakni penerapan teknologi enkripsi tingkat tinggi untuk melindungi kerahasiaan data, implementasi sistem keamanan berlapis untuk mencegah akses yang tidak sah.
Pembaruan Sistem
”Kami memiliki sertifikasi keamanan global, ISO 27001:2013 yang mencakup perlindungan terhadap keamanan data pelanggan dan PCI-DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) yang berhubungan dengan bank penerbit kartu dan jaringan kartu bermerek,” papar Dina.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pembaruan sistem secara berkala guna memastikan keselarasan dengan standar keamanan terkini dan regulasi pemerintah yang berlaku, termasuk Peraturan Perlindungan Data Pribadi (PDP).
Bukan hanya itu, DANA mengembangkan sistem keamanan yang berlapis seperti fitur DANA Protection yang kini telah menyediakan beberapa layanan seperti Scam Checker (cek keabsahan nomor), Aduan Nomor (terhubung dengan AduanNomor.id Komdigi).
Ada pula Security Suggestions (rekomendasi keamanan), hingga 100 persen Jaminan Uang Kembali (pengganti saldo jika ada transaksi yang tidak dilakukan pengguna). Seluruh laporan atau aduan yang masuk langsung mendapat penanganan.
Tingkatkan Kesadaran
”Tak ketinggalan, kami selalu proaktif menyelenggarakan program edukasi kepada pengguna secara berkala untuk meningkatkan kesadaran potensi risiko keamanan siber, seperti phishing dan kebocoran data,” tandas Dina.
Ia mengakui praktik penipuan digital sangat beragam dan semakin canggih. Karena itu pihaknya terus berinovasi guna mengantisipasi.
”Edukasi yang kami lakukan salah satunya kampanye di media sosial, yaitu Monitor, Konfirmasi, dan Lapor yang mengangkat berbagai jenis modus kejahatan siber yang paling banyak menyalahgunakan DANA,” imbuhnya.
Dalam aplikasinya, DANA memiliki fitur tambahan bertajuk Waspada Online dan Tipu Online. Pada kedua mini program tersebut , pengguna bisa mencoba edukasi yang dikemas dalam bentuk gamifikasi.





