Pertemuan Dewan Pakar MES, Menyatukan Pilar Ekonomi Syariah

oleh -488 Dilihat
RAPAT: Dewan Pakar MES menggelar pertemuan guna memberi masukan.(Foto: Bakti Wibawa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Di tengah dinamika ekonomi nasional dan semakin tingginya kebutuhan akan sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah DIY terus menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis komunitas.

Bertempat di kediaman Syafaruddin Alwi, Dewan Pakar MES DIY menggelar Rapat Strategis. Agenda utama rapat membahas arah kebijakan penguatan ekosistem ekonomi syariah lintas sektor, mulai dari literasi halal, pengembangan UMKM, hingga desa wisata ramah muslim.

”Forum Dewan Pakar merupakan ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi yang bersifat jangka panjang dan kolaboratif,” ungkap Ketua Umum MES DIY, Prof Edy Suandi Hamid.

Menurutnya masukan dari Dewan Pakar akan menjadi acuan program-program unggulan MES DIY, yang harus bisa menyentuh langsung kebutuhan umat dan mendorong sinergi antar lintas sektor.

Syafaruddin Alwi dalam paparannya tentang ”Value Chain Harus Jadi Konsentrasi Utama” menyampaikan pentingnya konsistensi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah.

Beberapa poin strategis yang ia sampaikan konsekuensi dan konsistensi dalam mengembangkan ekosistem halal, standarisasi halal yang jelas dan berbasis LSP.

”Selain itu, perlu peningkatan kesadaran produk halal, membangun gaya hidup halal dan higienis, penguatan rantai nilai halal dari hulu ke hilir serta perluasan literasi dan pendampingan UMKM secara berkelanjutan,” papar Alwi.

Komersial

Dalam konteks tersebut, ia menekankan sektor keuangan komersial (perbankan syariah, pasar modal, LK non-bank), sektor keuangan sosial (zakat, sedekah, wakaf), dan sektor riil industri halal (UMKM, bahan baku, kewirausahaan) harus disinergikan dalam satu sistem terintegrasi.

Materi selanjutnya, Tazbir Abdullah yang menekankan pengembangan desa wisata ramah muslim, perintisan program SantriMart sebagai etalase distribusi produk halal pesantren dan komunitas.

Berikutnya promosi produk UMKM halal secara berkala dan akselerasi sertifikasi halal untuk UMKM DIY melalui kolaborasi multistakeholder.

Acara berlanjut dengan Diskusi Pakar. Sesi diskusi yang dipandu oleh Dandah Hermawan selaku Sekretaris Umum MES DIY menghadirkan berbagai pandangan reflektif dan solutif dari para pakar.

Hasil rapat para narasumber diformulasikan sebagai bahan strategis untuk rapat kerja MES DIY dan menjadi pijakan dalam desain program unggulan 2025–2027.

Hasil tersebut antara lain program-program prioritas yang akan dikoordinasikan bersama tiap departemen MES DIY, penyusunan roadmap komitmen kawasan halal berbasis komunitas.

Penting pula penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, pesantren, UMKM, dan ormas Islam. Begitu pula pengembangan masjid, pesantren, UMKM, dan desa wisata ramah muslim sebagai pusat gerakan ekonomi umat. Perlunya pengawalan program pangan seperti MBG, agar produk yang beredar halal, sehat, dan higienis.

”Ekonomi syariah bukan sekadar sistem. Ia adalah gerakan. Karena itu, literasi dan praktiknya harus selalu bergerak, dari masjid ke pasar, dari desa ke dunia,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.