Bangun Kemandirian Ekonomi Umat melalui Santripreneur

oleh -292 Dilihat
MENYIMAK: Para santri menyimak paparan para narasumber mengenai ekosistem ekonomi syariah.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah DIY melaksanakan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Tahfidh Nurani Insani di Balecatur, Gamping, Sleman.

Peserta lebih dari 50 santri. Hadir dalam acara ini Dekan FE UWM, Dr Jumadi, Wakil Dekan I FE UWM Bahri SE MM, Kaprodi Akuntansi Ainun Hertikasari SE MAcc beberapa dosen serta BEM FE UWM.

Ustaz Aziz selaku Pengurus Ponpes Nurani Insani mengucapkan terimakasih atas kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan memberi manfaat bagi semua.

Jumadi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pengurus Ponpes Nurani Insani atas terlaksananya kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat. Langkah tersebut memperkenalkan keberadaan MES DIY dan kiprahnya di masyarakat.

Percaya Diri

Ia memberi contoh Rasulullah bahwa takaran, ukuran, dan timbangan harus benar. Tidak boleh melakukan bisnis dalam kondisi bahaya atau mudharat yang dapat merusak, serta komoditi bisnis harus barang yang halal.

”Menjadi entrepreneur harus berani mengambil risiko dan percaya pada diri sendiri,” tandas Jumadi.

Bahri dalam pemaparannya menyatakan pentingnya legalitas halal bagi usaha. Label halal kini tak lagi sebatas agama. Halal saat ini menjadi simbol kualitas, etika, dan keamanan yang diakui secara global.

Ia menegaskan bahwa produk yang wajib bersertifikasi halal antara lain produk kosmetik, produk kimiawi, dan produk rekayasa genetik.

”Produk lain yang harus bersertifikasi halal adalah produk makanan dan minuman, produk hasil sembelihan, bahan baku, bahan tambahan, serta bahan penolong produk,” papar Pengurus MES DIY ini.

Pajak

Ainun yang juga merupakan dosen Prodi Akuntansi dalam penyampaian materinya mengemukakan bahwa berwirausaha juga harus mematuhi pembayaran pajak. Penting mencatat dengan benar untuk kepatuhan pajak.

Bhenu Artha, dosen Prodi Kewirausahaan FE UWM, menyampaikan bahwa prinsip utama bisnis syariah adalah menggunakan bahan dan proses yang halal serta hasil yang berkualitas.

”Pada bisnis juga dilarang menggunakan riba, gharar, dan maisyir. Harus ada keadilan dan transparansi, serta kontrak yang jelas,” tegasnya.

Wuku Astuti, dosen Prodi Akuntansi FE UWM, pada kesempatan tersebut mengatakan pentingnya akuntansi untuk usaha yang dijalankan oleh santri. Akuntansi perlu supaya usaha terarah, dan sebagai dasar penganggaran maupun evaluasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.