JOGJA, bisnisjogja.id – Sejumlah tantangan berat tahun 2025 menjadikan dunia perbankan digital harus melakukan inovasi dan terobosan. Perbankan digital selain inovatif juga perlu adaptif merespons tantangan tersebut.
Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan mengungkapkan terjadinya pengetatan likuiditas akibat daya beli turun. Ia melihat pelemahan daya beli masyarakat yang terjadi sepanjang 2024 menjadi tantangan besar bagi perbankan digital di 2025, terutama karena dampak langsung terhadap likuiditas bank.
”Minimnya kenaikan upah serta harga barang yang tetap tinggi mendorong nasabah menarik simpanan mereka, menyebabkan penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan perlambatan pertumbuhan kredit,” papar Anton, dalam keterangan persnya, Selasa (11/2/2025)
Hal itu sebagaimana proyeksi Laporan Survei Perbankan Triwulan III 2024 dari Bank Indonesia. Menghadapi tantangan, bank digital perlu menerapkan strategi inovatif, seperti menghadirkan produk pinjaman berbasis teknologi yang mempermudah akses kredit serta menawarkan deposito fleksibel yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Di sisi lain, kebijakan penurunan suku bunga BI menjadi 5,75 persen dapat menjadi peluang bagi bank digital untuk meningkatkan permintaan kredit dan perlahan memulihkan daya beli masyarakat.
Perang Bunga
Anton menjelaskan sersaingan suku bunga simpanan yang kompetitif menjadi tantangan bagi bank digital di 2025. Suku bunga tinggi memang efektif dalam menarik nasabah, tetapi tanpa strategi berkelanjutan dapat membebani struktur keuangan bank.
”Bank digital perlu mengadopsi pendekatan yang lebih holistik, mengombinasikan suku bunga menarik dengan inovasi produk dan layanan bernilai tambah,” ujarnya.
Diversifikasi produk, imbuhnya, menjadi strategi utama untuk mempertahankan daya saing tanpa menimbulkan risiko likuiditas jangka panjang.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, bank digital dapat memanfaatkan suku bunga kompetitif sebagai daya tarik, sekaligus menjaga stabilitas keuangan dan profitabilitas di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.
Kondisi Global
Ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme, dan fluktuasi harga komoditas meningkatkan volatilitas pasar, yang dapat berdampak pada stabilitas perbankan digital.
Karena itu, pendekatan manajemen risiko yang proaktif serta strategi diversifikasi aset menjadi esensial dalam menjaga ketahanan finansial.
Analisis berbasis data analitik dan respons cepat terhadap perubahan kebijakan global menjadi faktor kunci dalam memitigasi risiko dan memastikan stabilitas operasional di tengah dinamika ekonomi global.
”Krom Bank menegaskan komitmen untuk bertumbuh secara berkelanjutan dengan strategi adaptif dan berorientasi pada kebutuhan nasabah,” tandas Anton.
Penguatan likuiditas, penyaluran kredit yang prudent, serta pengembangan produk keuangan inovatif menjadi kunci dalam menjaga daya saing di tengah lanskap perbankan digital yang dinamis.
Dengan pendekatan tersebut, Krom Bank berkomitmen untuk menjaga profitabilitas dan memastikan kesehatan bank demi mendukung keberlanjutan jangka panjang, sekaligus menciptakan nilai lebih bagi ekosistem keuangan digital di Indonesia.






