BSI Perkuat Ekosistem Bullion Lewat Digitalisasi Emas

oleh -261 Dilihat
EMAS: Karyawan Bank BSI memperlihatkan emas yang bisa dikelola perusahaan.(Foto: BSI)

JOGJA, bisnisjogja.id – Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat lonjakan signifikan pada bisnis emas nasional. Setahun pasca peluncuran bullion bank, total emas kelolaan perseroan kini menembus 22,5 ton.

Pemerintah meresmikan layanan bullion ini sebagai inisiatif strategis pengelolaan emas domestik. Bank BSI mengantongi izin operasional dari OJK sejak Februari 2025 di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

RCEO BSI Region VII Semarang, Ficko Hardowiseto, menyebut animo masyarakat terus meningkat tajam. Transformasi digital melalui superapps BYOND by BSI menjadi motor utama pertumbuhan tersebut.

Akses investasi kini semakin inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Nasabah bisa membeli emas mulai dari Rp 50.000 secara real-time dan aman.

Fitur Bank Emas juga memungkinkan nasabah melakukan transfer gramasi emas antar-pengguna. Kemudahan ini mempercepat penetrasi produk di pasar ritel dan milenial.

Wilayah Jateng dan DIY

Khusus wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, BSI mengelola sekitar 1,83 ton emas. Angka ini didominasi oleh kelompok anak muda dan generasi milenial.

Fenomena tersebut menunjukkan peningkatan kesadaran investasi syariah di kalangan produktif. Emas tetap menjadi instrumen favorit untuk lindung nilai terhadap inflasi.

Bank BSI terus memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung ekosistem emas yang berkelanjutan. Produk yang ditawarkan mencakup tabungan emas, cicil emas, hingga layanan gadai.

Area Manager BSI Yogyakarta, Muhammad Taqiyuddin, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penipuan. Nasabah diminta selalu memverifikasi informasi melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Edukasi rutin dilakukan lewat situs www.bankbsi.co.id dan media sosial terverifikasi. Transparansi informasi menjadi kunci menjaga kepercayaan nasabah dalam ekosistem bullion.

No More Posts Available.

No more pages to load.