Dorong Konsumsi Sektor Pariwisata, BCA Gelar Australia Travel Fair 2026

oleh -12 Dilihat
Ilustrasi kanguru, hewan khas Australia yang menjadi destinasi wisata.(Foto: wirestock/Freepik)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Bank Central Asia memperkuat penetrasinya di sektor pembiayaan gaya hidup dengan menggelar BCA Australia Travel Fair pada 23–26 April 2026 di Gandaria City, Jakarta. Berkolaborasi dengan Tourism Australia, pameran menangkap peluang tingginya minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan mancanegara, khususnya ke Negeri Kanguru.

EVP Transaction Banking Business Development BCA, Norisa, menjelaskan kolaborasi merupakan langkah strategis bank dalam memberikan kemudahan transaksi bagi nasabah.

”BCA berkomitmen menghadirkan layanan dan solusi terbaik, agar nasabah dapat menikmati transaksi aman dan nyaman untuk setiap kebutuhan,” ujar Norisa dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Dari sisi bisnis, BCA menawarkan struktur pembiayaan yang kompetitif guna menstimulasi volume transaksi kartu kredit dan perbankan digital. Nasabah dapat menikmati fasilitas cicilan BCA 0 persen dengan tenor hingga 12 bulan, yang diharapkan mampu meringankan beban finansial nasabah dalam merencanakan perjalanan kelas menengah ke atas.

Indonesia Pasar Potensial

Strategi pemasaran mengintegrasikan fitur terbaru, di mana pengunjung bisa mendapatkan cashback hingga Rp 5 juta melalui penggunaan Paylater di aplikasi myBCA dan Kartu Kredit BCA. Penawaran tersebut menjadi daya tarik utama untuk mendorong adopsi layanan digital BCA di ekosistem pariwisata.

Pameran mendapat dukungan maskapai penerbangan dan agen perjalanan terkemuka yang menawarkan harga tiket pesawat kompetitif mulai dari Rp 7 juta. Selain itu, lini bisnis asuransi melalui BCAinsurance juga hadir memberikan nilai tambah berupa perlindungan perjalanan ekstra bagi para pelancong.

Melihat data pasar, Regional General Manager Tourism Australia untuk Asia Selatan dan Tenggara, Jennifer Doig, menyebutkan Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Berdasarkan Consumer Demand Project 2025, lebih dari separuh wisatawan Indonesia berencana mengunjungi Australia dalam empat tahun ke depan.

Jennifer menambahkan, tren perjalanan mulai bergeser ke arah spesifik, seperti sportcations atau wisata olahraga.

”Kami melihat tren ini melalui meningkatnya sportcations, di mana semakin banyak wisatawan Indonesia yang ingin menggabungkan kecintaan mereka terhadap olahraga dengan pengalaman liburan berkualitas tinggi,” ungkapnya.

Wisata Ramah Muslim

Tidak hanya menyasar segmen umum, pameran juga mengakomodasi ceruk pasar wisata ramah Muslim melalui konsorsium agen perjalanan khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan pasar yang inklusif dengan menyediakan itinerary perjalanan yang terkoneksi dengan fasilitas halal di Australia.

Guna meningkatkan pengalaman pelanggan, BCA menghadirkan Aussie Specialist atau konsultan bersertifikat di lokasi acara. Kehadiran para ahli untuk membantu nasabah melakukan perencanaan anggaran dan perjalanan secara lebih presisi dan efisien.

Melalui penyelenggaraan acara ini, BCA optimistis dapat memperkuat loyalitas nasabah sekaligus berkontribusi positif pada pertumbuhan transaksi ritel di kuartal kedua tahun 2026. Sinergi antara perbankan dan otoritas pariwisata luar negeri menjadi mesin pertumbuhan baru bagi pendapatan nonbunga perseroan.

No More Posts Available.

No more pages to load.