JOGJA, bisnisjogja.id – Taru Martani menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan diplomatik Republik Indonesia dalam rangka menjajaki peluang kerja sama internasional di bidang pengembangan industri cerutu.
Kunjungan ini dipimpin Simon D I Soekarno selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba, Bahama, Republik Dominika, Jamaika, dan Haiti, didampingi staf KBRI, Nicholas.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Richard Kaunang, Wakil Ketua Umum Hubungan Internasional Kadin DIY, dan Timothy Apriyanto, Wakil Ketua Umum Organisasi Kadin DIY
Kunjungan bertujuan menjajaki peluang kerja sama strategis dalam pengembangan industri cerutu, khususnya dalam membuka akses pasar internasional, memperkuat jejaring bisnis lintas negara, serta meningkatkan daya saing produk cerutu Indonesia di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Potensi Kolaborasi dan Investasi
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari promosi produk, penguatan rantai pasok, hingga peluang investasi dan kemitraan dagang.
Sebagai bagian dari nilai historis dan diplomasi budaya, disampaikan pula bahwa Che Guevara pernah mengunjungi Taru Martani pada tahun 1959. Fakta sejarah ini menjadi simbol kuat hubungan emosional dan kultural antara Indonesia dan kawasan Amerika Latin, khususnya dalam industri cerutu.
Pihak Taru Martani menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kerja sama yang terjalin ke depan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan industri tembakau nasional, peningkatan ekspor, serta penguatan posisi Indonesia di pasar global.
Melalui sinergi antara dunia usaha, diplomasi, dan pemerintah, diharapkan Taru Martani dapat terus menjadi ikon industri cerutu Indonesia yang berdaya saing internasional.






