JOGJA, bisnisjogja.id – Belajar akuntansi tak lagi menakutkan. Pasalnya, adainovasi pembelajaran digital melalui SIDEK-Edu (Sistem Informasi Debit Kredit untuk Edukasi).
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Prof Sony Warsono merancang untuk mempermudah belajar akuntansi dengan mengintegrasikan teori dan praktik akuntansi dalam satu platform digital dalam bentuk Learning Management System (LMS).
”Pengembangan aplikas berawal dari keresahan melihat tantangan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19,” ungkap Sony, Jumat (20/12/2024).
Ia menjumpai tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan melakukan praktik akuntansi secara daring. Dirinya bersama tim di Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) Laboratorium Departemen Akuntansi FEB UGM berusaha mencari solusi pembelajaran untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sistem Informasi
Mereka mengembangkan aplikasi sistem informasi debit kredit untuk edukasi yang mengintegrasikan teori dan praktik akuntansi dalam satu platform digital yang bernama SIDEK-Edu.
SIDEK-Edu memiliki tiga fitur utama. Pertama, ruang teori berisi fitur pembelajaran konsep dan teori akuntansi. Pada fitur ini pengguna dapat mengunggah berbagai format bahan ajar dan soal kuis seperti pilihan ganda, ilustrasi jurnal, esai, hingga pelaporan keuangan.
Fitur berikutnya ruang praktik untuk memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan praktik akuntansi secara digital. Dalam fitur pembelajaran praktikum akuntansi dilengkapi setup data dasar perusahaan, pencatatan dan laporan keuangan, hingga penyajian hasil evaluasi dari praktikum yang telah dilakukan.
”Selanjutnya, fitur penunjang pembelajaran yang terdiri atas manajemen kelas, otomatisasi penilaian tugas pada kuis dan praktikum siklus akuntansi,” jelas Sony.
Pendidikan Akuntasi
Saat ini, lebih 20 SMK dan dua kampus mengaplikasikan SIDEK-Edu di wilayah Sumatra dan Jawa. Mereka antara lain, UGM, Universitas Pasir Pengaraian, SMK Dr Soetomo Surabaya, SMK Negeri 1 Pengasih, SMK 1 Tamtama Sidareja, SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, dan SMK Negeri 1 Metro.
Koordinator Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) FEB UGM, Arika Artiningsih PhD menjelaskan aplikasi telah digunakan untuk mendukung pendidikan akuntansi dan memberikan literasi keuangan untuk siswa SMK di daerah tertinggal.
Salah satunya pelatihan intensif akuntansi, keuangan lembaga dan komputer akuntansi bagi siswa SMK N 1 Teluk Bintuni, Papua Barat pada bulan Juli 2024 lalu.





