Harga Emas Melambung Karena Ketidakpastian Global

oleh -626 Dilihat
Ilustrasi emas batangan.(Foto: diolah dari AI)

JOGJA, bisnisjogja.id – Beberapa waktu terakhir ini harga emas melambung tinggi. Hal itu sejalan dengan meningkatnya permintaan investor terhadap aset yang aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global. Data Antam per 28 Januari 2026 mencatat Rp 2,968 juta per gram.

Ekonom dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Wisnu Setiadi Nugroho PhD mengungkapkan kenaikan harga emas akibat multifaktor. Salah satunya, kebijakan The Fed dan dolar yang melemah.

Menurutnya, aasar memperkirakan penurunan suku bunga AS, yang melemahkan dolar dan sekaligus meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

”Ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi kenaikan harga emas. Situasi global yang tidak stabil mulai dari ketegangan militer hingga sanksi ekonomi menjadi pemicu permintaan emas karena dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko geopolitik,” papar Wisnu.

Investor Agresif Beli Emas

Faktor lain, permintaan dari Bank Sentral & Exchange Traded Fund (ETF). Bank-bank sentral negara berkembang secara aktif menambah cadangan emas sedangkan investor institusi semakin agresif membeli emas melalui ETF.

”Inflasi dan ketidakpastian pasar saham membuat emas menjadi pilihan utama sebagai pelindung nilai jangka panjang,” tambahnya.

Apabila kondisi ekonomi dan politik global belum stabil, ia memperkirakan tren kenaikan harga emas ini masih akan berlanjut. Kendati begitu, penguatan dolar atau kenaikan suku bunga AS secara signifikan berpotensi menekan harga emas.

Emas Mudah Diperjualbelikan

Wisnu menjelaskan alasan masyarakat memilih emas sebagai instrumen investasi. Emas memiliki stabilitas nilai dan lindung inflasi, likuiditas tinggi atau mudah diperjualbelikan, hingga berfungsi sebagai safe haven.

Faktor lain, emas tidak memiliki risiko pihak ketiga, emas fisik bebas risiko gagal bayar pihak ketiga, berbeda dengan obligasi atau aset digital.

”Apakah investasi emas akan terus stabil? Secara historis harga emas cenderung stabil dan meningkat dalam jangka panjang. Pasalnya, emas terlindung dari inflasi, deflasi, dan krisis ekonomi,” jelas Wisnu.

Namun demikian dalam jangka pendek, seperti instrumen investasi lainnya, maka akan ada perubahan yang biasanya merespon terhadap kebijakan suku bunga dan nilai mata uang asing lain seperti USD, EUR, GBP.

No More Posts Available.

No more pages to load.