JOGJA, bisnisjogja.id – Perkembangan teknologi sangat pesat membuat negara-negara berkembang susah mengikutinya. Indonesia merupakan salah satu negara yang tertinggal terutama dalam pemanfaatan blockchain.
Hal itu menjadi alasan utama Indonesia Blockchain Center yang merupakan bagian dari PT Digital Syariah Teknologi menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta menjadi kampus pertama yang mereka gandeng.
Penandatangan kerja sama antara Fakultas Teknologi Industri UAJY dan Indonesia Blockchain Center berlangsung di Ruang Rapat Dekanat FTI, Kampus III, Gedung Bonaventura. Perusahaan tersebut berada di bawah naungan Dubai Blockchain Center, Blockchain Center resmi yang berada dalam Kementerian Perekonomian Dubai.
Kampus Pertama
”Atma Jaya merupakan kampus pertama di Yogyakarta yang menjalin kerja sama dengan Indonesia Blockchain Center. Semoga dapat menjadi contoh untuk kampus lain dalam memanfaatkan blockchain,” harap President Director PT Digital Syariah Technology, H Hambali.
Sebelum melakukan penandatanganan, FTI UAJY dan Indonesia Blockchain Center memaparkan bentuk kerja sama. Pengenalan blockchain sangat penting sebagai teknologi yang dapat menguatkan keamanan data hingga mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Di Indonesia blockchain sering dikaitkan pada hal-hal negatif terutama trading, tapi sebenarnya manfaat dari implementasi blockchain di era 4.0 lebih besar dari itu.
Kerja sama tersebut lebih mengarah pada bidang pendidikan karena target utamanya mahasiswa sebagai pionir masa depan bangsa. Hambali menyebutkan jika Indonesia sebenarnya sudah tertinggal oleh negara-negara lain yang sudah memanfaatkan blockchain sejak dulu.
Sistem dan Teknologi
”Orang Indonesia umumnya cuma tahu crypto dan bitcoin. Padahal itu hanya bagian kecil dari blockchain. Hal yang ingin kita kenalkan dari blockchain yaitu sistem dan teknologi database yang terafiliasi secara internasional,” papar Hambali.
Ia menjelaskan bentuk kerja sama awal yakni sosialisasi dan training kepada dosen-dosen dan mahasiswa. Selain itu, Indonesia Blockchain Center berharap UAJY dapat membentuk sebuah laboratorium atau ruangan khusus blockchain, sehingga dapat menjadi bentuk lanjutan dari program kerja sama.
”Fokus kita dalam waktu dekat dapat memperoleh edukasi terlebih dahulu supaya mahasiswa dapat belajar. Setelah itu kita bisa mengimplementasikan blockchain dalam kehidupan untuk kemajuan perekonomian Indonesia,” ujar Dekan FTI UAJY, Dr Parama Kartika Dewa.





