Indosat, Arsari, dan Northstar Bentuk Platform Serat Optik Independen

oleh -142 Dilihat
KERJA SAMA: Penandatanganan perjanjian joint venture IOH, Arsari Group dan Northstar Group.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Arsari Group dan Northstar Group membentuk perusahaan patungan untuk membangun platform serat optik digital independen di Indonesia.

Kesepakatan investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian joint venture yang akan melahirkan entitas baru bernama FiberCo.

Kolaborasi strategis untuk memperkuat tulang punggung digital nasional di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. Platform serat optik mampu meningkatkan kualitas konektivitas, mendukung layanan digital berstandar global, serta mempercepat transformasi digital secara berkelanjutan.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kemitraan berangkat dari visi jangka panjang yang sejalan dalam membangun infrastruktur digital nasional.

”Memberdayakan Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat serta ambisi jangka panjang dalam membangun infrastruktur digital. FiberCo akan menjadi platform serat optik independen yang tangguh dan siap menjawab kebutuhan layanan digital masa depan,” papar Vikram.

Pengembangan Jaringan

Dalam skema kerja sama, Indosat mengalihkan aset serat optiknya ke FiberCo dengan nilai sekitar Rp 14,6 triliun dan tetap mempertahankan sekitar 45 persen kepemilikan.

Dana hasil transaksi akan digunakan Indosat untuk pengembangan jaringan 5G dan penguatan fondasi berbasis AI, sejalan dengan fokus perusahaan pada bisnis inti telekomunikasi.

Deputy CEO and COO Arsari Group, Aryo PS Djojohadikusumo, menegaskan komitmen pihaknya mendukung pembangunan nasional melalui infrastruktur digital.

”Infrastruktur digital kini sama fundamentalnya dengan energi dan logistik fisik. Kolaborasi ini kami yakini dapat mendorong produktivitas, inklusi digital, dan pertumbuhan ekonomi berbasis AI,” jelasnya.

FiberCo nantinya akan mengoperasikan jaringan serat optik terintegrasi sepanjang lebih dari 86.000 kilometer yang mencakup backbone, kabel laut domestik, serta jaringan akses ke menara telekomunikasi dan kawasan bisnis.

Sekitar 55 persen jaringan berada di luar Pulau Jawa, sehingga strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas.

Sebagai entitas independen, FiberCo mengadopsi model open-access yang memungkinkan berbagai penyedia layanan telekomunikasi memanfaatkan infrastruktur secara terbuka.

Langkah tersebut dapat mempercepat inklusi digital, mempersempit kesenjangan konektivitas antardaerah, serta memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia ke depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.