Jual Beli Rekening untuk Penipuan, Korban Kebanyakan Orang Pinggiran

oleh -277 Dilihat
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto.(Foto: Priyo Wicaksono)

 

  • Pelaku penipuan online ”membeli” identitas orang lain untuk membuat rekening bank.
  • Rekening untuk menampung hasil kejahatan penipuan online.
  • Usai mengambil uang hasil kejahatan, pelaku tak lagi memakai rekening yang sama untuk aksi selanjutnya.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Pelaku penipuan digital atau online mempunyai banyak rekening untuk menampung uang hasil penipuan. Mereka bisa memperoleh rekening begitu banyak dengan ”membeli” KTP masyarakat pinggiran atau desa yang jauh dari akses informasi.

”Pelaku membuat rekening dengan cara memberi imbalan sejumlah uang untuk pinjam KTP orang lain. Misal, satu KTP dihargai Rp 500.000 atau berapa tergantung kesepakatan,” ungkap Kepala OJK DIY, Eko Yunianto.

Korban tidak tahu kalau KTP untuk membuat rekening dan melakukan kejahatan. Sehingga satu pelaku bisa memiliki belasan hingga puluhan rekening. Begitu berhasil melakukan penipuan, uang akan langsug disebar ke rekening yang jumlahnya belasan tersebut.

Korban baru mengetahui biasanya setelah aparat melacak dan menemukan pemilik identitas asli. Mereka tidak mengetahui identitasnya untuk membuka rekening bank dan menampung uang hasil kejahatan.

”Sebagian besar orang pedesaan, sudah tua atau akses informasinya sangat terbatas,” jelas Eko.

Potensi Uang Kembali

Mengenai potensi korban penipuan mendapatkan kembali uangnya, Eko mengatakan bisa saja asal segera lapor. Ia memberi contoh, ketika korban menyadari ada yang tidak beres, langsung lapor ke OJK atau IASC atau Satgas Pasti.

Kecepatan laporan supaya uang bisa terselamatkan. Cukup banyak uang korban yang bisa kembali dengan catatan segera mungkin membuat laporan. Laporan bisa secara online dengan melampirkan bukti-bukti yang ada.

”Korban yang uangnya tidak kembali biasanya melaporkan kejadian setelah lebih dari satu jam atau sudah beberapa hari,” ujar Eko.

Ketika lebih dari satu jam, pelaku sudah menyebarkan uang hasil kejahatan ke belasan atau puluhan rekeningnya. Akan sangat susah untuk melakukan pelacakan.

”Setelah uang masuk ke berbagai rekening tersebut, pelaku langsung melakukan pengambilan dan meninggalkan rekening tersebut,” imbuhnya.

Karena itu, ia minta masyarakat semakin berhati-hati ketika menerima telepon atau pesan dari nomor yang tidak dikenal. Sebaiknya tidak perlu ditanggapi atau mencari informasi ke teman, kerabat dan lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.