Kadin DIY Hadiri Munas Konsolidasi Persatuan

oleh -455 Dilihat
MUNAS KADIN: Presiden Prabowo Subianto hadir dalam Munas Kadin Indonesia.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY hadir dalam Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonedia. Acara berlangsung di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.

Ini menjadi momentum penting memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selama kurang lebih empat bulan ini Kadin DIY bersikap netral atas dinamika internal organisasi serta mendorong rekonsiliasi dan kebijakan pemerintah.

Robby Kusumaharta memimpin delegasi Kadin DIY yang hadir atas nama Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi. Delegasi terdiri atas Wakil Ketua Umum Kadin DIY Bidang Lingkungan Hidup Rahadi Saptata Abra, Ketua Komtap Sekretariat Kadin DIY Timothy Apriyanto.

Musyawarah nasional menetapkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia dan M Arsjad Rasjid sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

DELEGASI JOGJA: Tim Delegasi Kadin DIY bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.(Foto: istimewa)

Serahkan Swasta

Presiden Prabowo Subianto, bersama para menteri koordinator dan lebih dari 20 menteri hadir dalam munas. Peserta lainnya, perwakilan 35 Kadin Provinsi, dan 60 perwakilan Anggota Luar Biasa (ALB) yang terpilih dari sekitar 200 ALB, serta jajaran Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator dan WKU, serta badan di jajaran Kadin Indonesia,

Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kekompakan para pengusaha sebagai landasan utama dalam memajukan perekonomian bangsa. Ia berencana menyerahkan proyek infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, dan jalan tol kepada perusahaan swasta untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.

la menegaskan proyek infrastruktur yang dimulai era Jokowi tetap dilanjutkan, namun kini dengan pendekatan berbeda melalui pelibatan swasta.

Prabowo juga menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas delapan persen dalam lima tahun ke depan dan mempercepat swasembada pangan serta energi dalam waktu kurang dari empat tahun.

”Saya ingin memberi peran yang lebih besar pada swasta. Ada yang mengatakan saya menghentikan proyek infrastruktur. Tidak benar. Saya mengubah infrastruktur akan sebagian besar saya serahkan kepada swasta untuk membangun,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.