Kenaikan Harga BBM, Kelas Menengah Makin Rentan

oleh -17 Dilihat
Ekonom UGM, Denni Puspa Purbasari PhD.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pangan dan barang. Pasalnya hampir semua pasokan pangan berasal dari impor. Belum lagi kenaikan harga BBM semakin memberikan dampak bagi ekonomi masyarakat kelas menengah, industri dan pelaku usaha.

Ekonom dari Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM, Denni Puspa Purbasari PhD mengungkapkan salah satu faktor yang memberi tekanan pada perekonomian adalah terganggunya pasokan energi global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Khususnya yang berkaitan dengan jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Menurutnya, pasokan minyak dan gas yang terganggu berdampak langsung pada industri yang sangat bergantung pada energi dan bahan baku berbasis minyak, seperti industri petrokimia.

”Ketika harga minyak itu tinggi, maka perusahaan akan melihat apakah kemudian dapat menaikkan harga,” ujar Denni dalam Bincang Pakar bertajuk ”Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS” baru-baru ini.

Perusahaan Alami Kerugian

Menurutnya sejumlah perusahaan mulai mengalami tekanan kerugian karena kenaikan biaya produksi tidak sepenuhnya dapat diimbangi oleh kenaikan harga jual.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah terus memperkuat diplomasi ekonomi, memperluas alternatif sumber energi, dan menjaga kepastian kebijakan dalam negeri agar tidak menambah tekanan terhadap pelaku usaha.

Denni menilai pemerintah kemungkinan lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik melalui badan usaha milik negara. Meskipun langkah tersebut tidak secara langsung menyelesaikan persoalan pasokan bagi sektor swasta, ketersediaan BBM tetap penting untuk mendukung aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

”Kalaupun diplomasi untuk kebutuhan BUMN, itu tetap memberikan manfaat bagi sektor swasta karena mereka juga bergantung pada ketersediaan BBM untuk kebutuhan alat-alatnya,” paparnya.

Di samping memperkuat diplomasi internasional, Indonesia perlu mengamankan pasokan energi dari sumber alternatif yang kompetitif. Dalam situasi saat ini, kepastian ketersediaan pasokan menjadi prioritas utama dibandingkan harga.

No More Posts Available.

No more pages to load.