Ketua MES: Ekonomi Syariah DIY Kian Berkembang

oleh -743 Dilihat
SEMINAR: Ketua MES DIY, Prof Edy Suandi Hamid menyampaikan paparan pada seminar ekonomi syariah.(Foto: istimewa)

 

Penduduk Indonesia memiliki populasi muslim terbanyak di dunia. Seperempat penduduk dunia beragama Islam, tetapi kontribusinya terhadap GDP dunia kurang dari 10 persen.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Berbagai indikator seperti posisi (ranking) ekonomi syariah di dunia, pangsa pasar, kontribusi sektor syariah terhadap produk halal, serta transaksi melalui digital terhadap produk halal menunjukkan bahwa ekonomi syariah di Indonesia terus berkembang.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Prof Edy Suandi Hamid mengungkapkan itu ketika menjadi narasumber Seminar Eksyar dan Harvesting SEMESTA 2025 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (14/8/2025).

Seminar mengusung tema ”Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi”.

Penjabat Sekretaris Daerah DIY, Aria Nugraha MEng, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ari Satriana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo dan beberapa pimpinan bank.

Kegiatan tersebut merupakan sinergi Bank Indonesia DIY dengan Pemerintah Daerah DIY, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DIY, dan pihak terkait. Menghadirkan narasumber Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Nurhuda MSi dan Direktur Wakaf Mulia Institute, Eko Priyanto SE CWC.

Dalam acara ini juga berlangsung peluncuran Gandeng Gendong Super Apps yang mengakomodasi pengelolaan zakat infak sadaqah di DIY.

Edy l mengemukakan bahwa MES menjadi wadah yang diakui sebagai acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan system ekonomi dan etika bisnis syariah di Indonesia.

Keuangan Syariah

”Kiprah MES untuk perkembangan ekonomi dan keuangan syariah antara lain berupa pengkajian sistem dan teori ekonomi Islam, sosialisasi ke publik, dan mendorong masyarakat untuk melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi Islam,” tandas Edy.

Saat ini MES bersinergi dengan berbagai mitra lokal, nasional maupun global. Juga telah melaksanakan edukasi bekerja sama dengan kampus dan sekolah tentang ekonomi syariah.

Menurutnya potensi ekonomi syariah di DIY antara lain halal food and beverages, halal tourism, halal media and recreation, serta modest fashion.

Ia mengungkapkan penduduk Indonesia memiliki populasi muslim terbanyak di dunia. Seperempat penduduk dunia beragama Islam, tetapi kontribusinya terhadap GDP dunia kurang dari 10 persen.

Ia menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia merupakan 39 persen dari penduduk dunia, dan hanya 10 persen yang mengenyam pendidikan tinggi. Sebanyak 1,5 persen bekerja menggunakan skill.

”Ini merupakan masalah yang harus dijawab dengan ekonomi syariah. Ajaran agama Islam merupakan rahmatan lil alamin, termasuk menurunkan kemiskinan, menurunkan ketimpangan,” tegasnya.

Edukasi Keuangan

Edy menilai saat ini terjadi ketidakseimbangan, financial inclusion tinggi, tetapi financial literation rendah. Akibatnya banyak masyarakat yang mengambil pinjaman online ilegal atau terdampak penipuan keuangan. Perlu edukasi keuangan yang mudah dipahami untuk mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Gubernur DIY dalam sambutan yang disampaikan oleh Pj Sekda DIY Aria Nugrahadi menyampaikan bahwa ekonomi syariah memberikan perhatian besar terhadap ekonomi di masyarakat.

”Sistem ekonomi syariah berfokus pada kesejahteraan bersama dan pemerataan yang adil di masyarakat. Keberhasilan membangun ekonomi syariah memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Peran pemerintah dan Bank Indonesia sangat strategis, berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang solid,” paparnya.

Deputi Bank Indonesia DIY, Hermanto, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah bersinergi. Ekonomi dan keuangan syariah merupakan game changer sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi, termasuk di negara-negara yang mayoritas nonmuslim. Saat ini Indonesia menempati peringkat tiga ekonomi syariah secara global.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.