JOGJA, bisnisjogja.id – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) meluncurkan program Bestari Saintek bertajuk Living Lab Sungai Yogyakarta: Kolaborasi Sosioekologis untuk Pengelolaan Sungai Berkelanjutan di Taman Gajahwong Muja Muju, Yogyakarta.
Program ini merupakan hasil keberhasilan tim dosen Fakultas Teknobiologi (FTB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY memperoleh pendanaan hibah Bestari Saintek 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama LPDP.
Melalui program tersebut, UAJY menghadirkan pendekatan kolaboratif untuk menjawab persoalan pencemaran sungai sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Implementasi awal dilakukan melalui pengelolaan sampah organik menggunakan sistem Losida Vermicompost dan Biowash bersama Komunitas Bank Sampah Muja Muju sebagai mitra utama di lapangan.
Pengembangan Solusi Lingkungan
Ketua tim program, Monika Ruwaimana, mengatakan konsep Living Lab menjadikan masyarakat sebagai bagian dari proses riset dan pengembangan solusi lingkungan, bukan sekadar objek penelitian.
Menurutnya, riset yang dilakukan mengintegrasikan pendekatan sains ekologis dan kajian sosial sehingga solusi yang dihasilkan dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.
Dosen FISIP UAJY, Ninik Sri Rejeki, menambahkan bahwa program tersebut juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi dan diseminasi hasil riset agar memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.
Dukungan Mitra Strategis
Program ini mendapat dukungan berbagai mitra strategis, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, PT Aqua Danone Klaten, PT Sarihusada, LSM Shind Yogyakarta, serta masyarakat Muja Muju.
Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi model penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ke depan, Living Lab Sungai Yogyakarta diharapkan menjadi pusat inovasi pengelolaan sungai yang mampu menghasilkan solusi ekologis berkelanjutan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.






