Losida, Alternatif Penanganan Sampah

oleh -366 Dilihat
Suprihatin Wijayanti (Foto: Dok Unisa Yogyakarta)

MUSIM hujan kembali tiba, membawa serta kekhawatiran yang seakan menjadi ritual tahunan yaitu banjir. Setiap tahunnya, berita tentang banjir, penumpukan sampah di badan sungai, dan kerugian masyarakat memenuhi halaman media massa.

Namun demikian, di balik fenomena alam ini, ada masalah mendasar yang sebenarnya bisa kita atasi bersama yaitu penanganan sampah yang masih jauh dari ideal dan rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.

Banjir merupakan akibat, bukan penyebab. Sebagian besar banjir akibat perilaku manusia, bukan hanya akibat alamiah berupa hasil dari tingginya intensitas curah hujan atau topografi wilayah setempat. Banjir, terutama merupakan dampak ketidakmampuan manusia mengelola sampah dengan baik.

Data menunjukkan bahwa saluran air, sungai, dan bahkan pantai saat ini penuh dengan sampah, yang tidak hanya menghambat aliran air tetapi juga mengancam ekosistem secara keseluruhan. Sayangnya, belum cukup kuat solusi untuk mengatasinya.

Sebatas Gagasan

Kebijakan terkait pengelolaan sampah terpadu, sering kali hanya menjadi sebatas gagasan di atas kertas yang tidak diikuti dengan implementasi yang serius dan berkelanjutan.

Pengelolaan sampah organik di rumah tangga sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Sisa makanan, sayuran, kulit buah, dan bahan-bahan dapur lainnya yang terbuang begitu saja ke tempat sampah sebenarnya masih bisa dimanfaatkan dengan cara yang lebih bermanfaat.

Salah satu metode pengelolaan sampah organik, yang mulai popular dan ramah lingkungan adalah metode ”losida” yang merupakan kependekan dari Lodong Sisa Dapur. Keberadaan losida memiliki potensi besar dalam pencegahan terjadinya banjir akibat adanya penumpukan sampah. Konsep tersebut memungkinkan setiap rumah tangga memiliki sistem pengelolaan sampah yang efektif dan efisien.

Losida merupakan sistem pengelolaan sampah organik yang berfokus pada pemanfaatan limbah dapur sebagai bahan kompos melalui wadah berupa paralon, tong, ember, galon atau wadah tertutup lainnya yang dapat dengan mudah ditempatkan di area rumah.

Kurangi Sampah

Tujuan losida untuk mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta menghasilkan kompos berkualitas tinggi. Proses ini cukup sederhana dan praktis, sehingga siapa saja dapat melakukannya.

Losida adalah solusi praktis, murah, dan efektif dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Selain mengurangi volume sampah ke TPA, mencegah penumpukan sampah pada saluran air, metode ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan serta berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun budaya peduli sampah.

Semakin banyak masyarakat yang menerapkan metode losida, semakin besar pula dampak positifnya bagi kota-kota yang rawan banjir.

Musim hujan tidak perlu lagi menjadi ancaman jika kita mau berbuat sesuatu dari hal-hal kecil, seperti pengelolaan sampah dapur. Dengan losida, kita bisa menghadapi musim hujan tanpa rasa was-was akan banjir, sambil mendukung keberlanjutan lingkungan.

Mari kita jadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas, bukan hanya sebagai wacana tahunan. Hanya dengan kesadaran kolektif dan tindakan nyata, kita bisa mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas dari bencana banjir akibat sampah.

  • Penulis, Suprihatin Wijayanti, Dosen Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.