Prof Widodo: Perhatikan Industri Susu dari Perspektif Peternak

oleh -401 Dilihat
Prof Widodo (Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Peternak sapi lokal kecewa karena industri dalam negeri tak menyerap produksi susu mereka. Tambah lagi, pembukaan keran impor susu yang membuat mereka semakin nelangsa.

Dosen Fakultas Peternakan UGM Prof Widodo menyesalkan kondisi kurangnya penyerapan produk susu dari peternak lokal. Pembukaan keran impor susu memungkinkan IPS dapat melakukan impor secara besar-besaran.

”Akibatnya penyerapan produk susu lokal berkurang dengan alasan kualitas susu yang kurang baik,” ungkap Widodo, Senin (18/11/2024).

Daya Saing

Ia mengakui daya saing produk susu dalam negeri sangat kurang dibandingkan dengan produk susu dari luar negeri. Susu impor seringkali memiliki harga yang murah dengan kualitas tinggi.

Produsen susu seperti Australia dan Selandia Baru mendapat subsidi dan dukungan fasilitas yang lebih banyak dari pemerintah mereka. Selain itu, jumlah susu yang surplus melebihi kebutuhan negara turut mempengaruhi harga susu.

”Hambatan utama peternak sapi perah dan produsen susu adalah daya saing dengan produk susu impor yang memiliki kualitas baik dan harga relatif lebih murah,” papar Widodo.

Peternak Hancur

Impor terlihat baik, terutama karena aktivitas dagang ini dapat menghadirkan susu dengan kualitas yang bagus dengan biaya operasional yang murah untuk pengusaha. Akan tetapi, hal ini dapat menghancurkan mata pencaharian para peternak sapi Indonesia.

”Membanjirnya susu impor dapat menyebabkan produk susu dalam negeri kalah saing. Masalahnya kalau tidak dilindungi, petani dan peternak kita suruh ke mana? Lama-lama kita jadi negara konsumen. Kalau sudah ketergantungan akan sulit, bayangkan kalua tiba-tiba mereka stop ekspor?” ujar Widodo.

Ia menyarankan, seharusnya pemerintah tidak hanya memperhatikan industri susu dari perspektif pengusaha, akan tetapi juga perspektif peternak sapi. Tugas utama pemerintah melindungi dan meningkatkan kesejahteraan warga negara Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.