Pabrik Uang Palsu Terungkap, Pakar UMY Ingatkan Ancaman Kepercayaan pada Rupiah

oleh -1 Dilihat
Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ecky Imamul Muttaqin MA. (Foto: dok UMY)

JOGJA, bisnisjogja.id – Pengungkapan tempat produksi uang palsu senilai Rp36 miliar di Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan tajam setelah Polda Metro Jaya menyita 360.000 lembar pecahan Rp100.000 di kawasan pergudangan Taman Tekno.

Besarnya jumlah barang bukti tersebut menegaskan bahwa kejahatan pemalsuan rupiah masih menjadi ancaman nyata yang mengincar celah tingginya aktivitas transaksi tunai di tengah masyarakat.

Dosen Program Studi Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ecky Imamul Muttaqin MA menilai praktik kotor ini muncul akibat adanya peluang ekonomi serta tekanan sosial yang dimanfaatkan pelaku.

”Kasus ini kembali merebak karena ada peluang ekonomi dari peredaran uang palsu itu sendiri,” ujar Ecky.

Pedagang Kecil Rentan

Ia menjelaskan bahwa kelompok pedagang kecil dan UMKM menjadi pihak paling rentan karena tingginya frekuensi transaksi tunai sering kali membuat mereka tidak sempat memeriksa keaslian setiap lembar uang.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau konsisten menerapkan metode 3D – dilihat, diraba, dan diterawang – serta memanfaatkan alat pendeteksi keaslian uang pada pecahan besar.

Selain itu, peralihan ke sistem pembayaran digital seperti QRIS dinilai sebagai solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Transaksi Digital Jadi Solusi

Kendati demikian, Ecky mengingatkan agar penggunaan pembayaran digital tetap diiringi kehati-hatian ganda guna memastikan dana benar-benar masuk, bukan sekadar melihat bukti transfer.

Ia menambahkan, dampak terburuk dari maraknya uang palsu bukan sekadar kerugian finansial, melainkan ancaman serius terhadap runtuhnya kepercayaan publik pada mata uang fisik nasional.

”Uang adalah bagian dari kedaulatan transaksi ekonomi masyarakat yang harus dijaga kepercayaannya, tetap waspada dan jangan panik,” pungkas Ecky.

No More Posts Available.

No more pages to load.