JOGJA, bisnisjogja.id – ”Rencana paket kebijakan insentif ekonomi untuk mendorong aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujar Dosen FEB UGM, Wisnu Setiadi Nugroho PhD.
Ia mengungkapkan hal itu menanggapi pemerintah yang akan meluncurkan paket kebijakan insentif ekonomi pada 5 Juni 2025.
Paket tersebut meliputi enam insentif yaitu subsidi pembelian motor listrik, bantuan pangan, bantuan subsidi upah (BSU), diskon iuran JKK, potongan tarif listrik, dan diskon tiket pesawat serta tarif tol.
”Kebijakan tersebut sangat penting dalam jangka pendek untuk menjaga momentum pertumbuhan,” tandas Wisnu.
Menurutnya dalam jangka pendek, kebijakan tersebut perlu. Pasalnya, kondisi ekonomi masyarakat mulai terasa berjalan lamban.
Efek dari efisiensi anggaran sudah mulai terasa, sehingga butuh dorongan untuk memantik pertumbuhan dan perekonomian, khususnya melalui konsumsi domestik.
Perlu Strategi
Wisnu juga mengingatkan pentingnya menyiapkan strategi jangka panjang agar dampak kebijakan lebih berkelanjutan.
Ia menyoroti perlunya kebijakan yang dapat mendorong investasi, menjaga daya beli masyarakat, dan menciptakan pertumbuhan finansial yang sehat.
”Perlu kebijakan yang lebih bersifat jangka panjang, agar investasi tumbuh, daya beli terjaga, dan pertumbuhan finansial yang cukup,” jelasnya.
Keenam paket insentif pemerintah, ia berharap tidak hanya menjadi stimulus sementara, tetapi juga menjadi bagian dari kerangka kebijakan ekonomi yang mampu menjawab tantangan struktural perekonomian nasional.





