Pemerintahan Baru Hadapi Tantangan Berat, Ruang Gerak Ekonomi Sempit

oleh -1933 Dilihat
PELANTIKAN PRESIDEN: Ilustrasi pelantikan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran RK.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Kemampuan sektor moneter dalam mendukung perekonomian nasional sebenarnya rendah. Moneter tidak bisa bergerak bebas karena banyak bergantung pada kebijakan inflasi luar negeri.

Dosen Ekonomi UGM, Akhmad Akbar Susamto PhD mengungkapkan hal itu menanggapi pemerintahan baru Prabowo-Gibran.

Ia mengatakan kebijakan fiskal maupun moneter, pemerintah nantinya mengalami kesulitan karena ruang gerak ekonomi yang sempit. Pertumbuhan ke depan mungkin cenderung stabil, tapi tidak bisa secara progresif meningkat.

Ketahanan Ekonomi

”Strategi untuk menghadapi tantangan tersebut tentu tidak mudah. Pemerintahan yang baru sebaiknya fokus memperbaiki ketahanan ekonomi dulu,” usul Akhmad.

Namun demikian, ia melihat sepertinya pemerintahan baru justru akan sibuk menghadapi tantangan dari dalam. Pasalnya, Kementerian Keuangan menyatakan terjadi defisit anggaran APBN per Juli 2024 sebesar Rp 93,4 triliun.

Meskipun angka tersebut masih sesuai dengan rancangan APBN, tapi perlu diperhatikan hal ini berdampak pada ruang fiskal pemerintah. Ia memperkirakan hingga akhir tahun, kemampuan pemerintah dalam mendongkrak ekonomi nasional cenderung rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.