Penghapusan Kuota Impor Mematikan Produk Lokal

oleh -359 Dilihat
Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Prof Subejo.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Penghapusan kuota impor untuk komoditas dari Amerika Serikat sangat berisiko bagi rakyat Indonesia. Hal itu bakal mengancam produk lokal bahkan bisa mematikannya.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Prof Subejo mengungkapkan hal itu, Awalnya, pemerintah akan menghentikan impor pangan untuk meningkatkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

”Impor yang awalnya sudah diatur kuotanya kemudian diubah, saya rasa akan berisiko,” ujar Subejo.

Di satu sisi dapat memberikan kompetisi bagi produk-produk asing untuk masuk ke pasar Indonesia, tetapi juga pastinya akan berkompetisi dengan produk lokal.

Ia mengingatkan nantinya produk lokal dengan tarif harga yang lebih tinggi daripada produk asing tidak akan dapat bersaing di pasar.

Butuh Regulasi

Memang, perlu kompetisi agar produk dalam negeri dapat memajukan daya saingnya, tetapi tetap butuh regulasi yang melindungi produk-produk lokal.

Ia memberi contoh regulasi pertanian di Jepang yang melindungi beras lokal dengan memperketat beras-beras impor yang masuk ke Jepang.

”Saya kira belajar dari pengalaman itu dengan serta-merta membuka keran impor atau keran ekspor bagi negara mitra kita juga bukan kebijakan yang mungkin pilihannya tidak harus itu,” papar Subejo.

Ia menyarankan supaya kuota impor tetap dipikirkan sembari meningkatkan sistem tata niaga yang perlu dievaluasi agar kuota-kuota tidak hanya dikuasai oleh sebagian importir.

Ada Peluang

Subejo juga mengingatkan bahwa tujuan utama adanya kuota impor supaya menyeimbangkan kekurangan pasokan produksi dalam negeri atau mendatangkan bahan yang tidak dapat diproduksi lokal.

”Jika produk masuk dengan bebas tanpa regulasi, kondisi ekonomi Indonesia akan kolaps,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran impor komoditas lain yang tidak bisa diproduksi Indonesia seperti gandum di satu sisi dapat menjadi peluang.

Hal itu menjadi kompetisi bagi negara-negara yang masuk dan menawarkan harga yang lebih murah dan ini akan menguntungkan bagi produksi dalam negeri.

”Kebijakan impor sebaiknya menyesuaikan dengan komoditasnya. Apakah komoditas tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan yang ada dari produksi lokal atau komoditas yang memang tidak dapat diproduksi di Indonesia,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.