JOGJA, bisnisjogja.id – Kondisi perekonomian DIY selama tahun 2024 cenderung sehat. Tidak ada gejolak yang berarti. Tahun 2025 ini, semua pemangku kepentingan perlu duduk bersama guna mempertahankan perekonomian yang sehat tersebut bahkan meningkatkannya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim mengungkapkan hal itu dalam diskusi terbatas dengan ISEI Cabang Yogyakarta, Pemprov DIY, Kadin, akademisi dan pelaku ekonomi, Selasa (14/1/2025). Diskusi berlangsung di Le Margaux Brasserie, Yogyakarta.
Menurut Ibrahim, salah satu penopang perekonomian yakni sektor industri informal dan UMKM. Sektor tersebut mampu menyedot banyak tenaga kerja.
”Karena itu, perlu perlindungan pada UMKM agar mereka dapat terus bertahan bahkan naik kelas meningkatkan usahanya,” tandas Ibrahim.
Kondisi Pertanian
Ia juga menyampaikan gagasan Gubernur DIY Hamengku Buwono X yang menyatakan perlunya mengubah pola pikir petani yang semula agraris ke korporasi. Petani tak bisa lagi melakukan cara-cara konvensional, perlu inovasi dan terobosan.
”Salah satu contohnya pada tanaman cabai, masih sering terjadi harga yang berubah ekstrem karena harus menyesuaikan musim tanam. Akibatnya, kadang harganya anjlok tapi bisa juga naik nyaris seharga daging sapi,” paparnya.
Di sinilah perlunya terobosan baru agar para petani bisa menjaga kestabilan dengan metode pertanian yang modern. Kampus-kampus dapat memberi solusi misal dengan KKN di wilayah DIY yang memang memerlukan inovasi dan terobosan.





