Perhatikan Kearifan Lokal pada Pengembangan Peternakan

oleh -567 Dilihat
Prof Dr Tri Satya Mastuti Widi.(Foto: dok UGM)

JOGJA,bisnisjogja.id – Sebagian besar produksi ternak, khususnya ternak ruminansia, ada di tangan peternak rakyat dengan tujuan beternak ganda.

Karena itu, pengembangan bangsa ternak juga harus disesuaikan dengan sistem produksi dan kondisi iklim.

”Dengan perubahan iklim global saat ini, perlu bangsa ternak yang adaptif, namun sekaligus efisien dalam produksi yang mampu mengurangi dampak ternak terhadap lingkungan,” tandas Prof Dr Tri Satya Mastuti Widi.

Ia menyampaikan pendapatnya tersebut pada pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sistem Produksi Ternak pada Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada di Balai Senat, Kamis (30/1).

Pendekatan Holistik

Vitri, panggilan akrabnya, menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ”Desain Sistem Produksi Ternak Berkelanjutan Dengan Pendekatan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”.

Menurutnya, program pembibitan atau pembiakan ternak serta persilangan dengan manajemen yang kompleks ada di luar kemampuan peternak rakyat sehingga sebaiknya itu dilakukan oleh pemerintah.

Pendekatan kearifan lokal, seperti adat dan budaya sapi sonok, dalam praktik pemuliaan berpotensi mendukung sistem produksi ternak lokal yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.