- Hubungan ekonomi Bangladesh-Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif, namun masih menyimpan ruang yang luas untuk lebih maksimal.
- Mulai tumbuh minat perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Bangladesh sebagai sinyal positif hubungan ekonomi kedua negara.
- Peningkatan investasi dan dialog terbuka lintas sektor menjadi langkah penting bagi kedua negara guna memperkuat fondasi hubungan ekonomi jangka panjang.
JOGJA, bisnisjogja.id – Pemerintah Bangladesh mendorong penguatan kerja sama ekonomi sektoral dengan Indonesia sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Hal itu karena hubungan ekonomi Bangladesh–Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif.
Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Md Tarikul Islam berharap demikian dalam agenda kuliah umum yang berlangsung di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Tarikul mengatakan hubungan ekonomi Bangladesh-Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif, namun masih menyimpan ruang yang luas untuk dimaksimalkan.
Sejumlah sektor strategis untuk digarap lebih serius menurutnya terutama energi, pertanian, industri, dan konektivitas.
”Kerja sama ekonomi menjadi salah satu fokus utama hubungan bilateral Bangladesh dan Indonesia. Kami melihat banyak peluang konkret yang dapat dikembangkan untuk kepentingan bersama,” paparnya.
Fokus Kolaborasi
Sektor energi menjadi salah satu perhatian utama kedua negara. Bangladesh dan Indonesia telah membentuk joint working group untuk memperkuat kolaborasi di bidang energi dan listrik.
Kerja sama mencakup pengembangan infrastruktur energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga eksplorasi minyak dan gas.
Selain itu, sektor pertanian dan ketahanan pangan juga sebagai pilar penting. Kedua negara telah menjalin kerja sama dalam pengembangan industri pangan, keamanan pangan, serta pertukaran teknologi dan regulasi pertanian.
”Langkah ini sebagai respons penting terhadap tantangan global terkait pangan dan keberlanjutan,” tandas Tarikul.
Investasi Menguat
Ia juga juga mencatat mulai tumbuhnya minat perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Bangladesh sebagai sinyal positif hubungan ekonomi kedua negara. Beberapa perusahaan telah merelokasi atau mengembangkan usahanya di sektor ritel, manufaktur, dan energi.
Menurutnya, peningkatan investasi dan dialog terbuka lintas sektor menjadi langkah penting bagi kedua negara guna memperkuat fondasi hubungan ekonomi jangka panjang.
”Penguatan hubungan ekonomi bilateral tidak hanya bergantung pada perjanjian pemerintah, tetapi juga inisiatif kolaboratif melalui forum akademik. Dialog dengan akademisi dan mahasiswa merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang inklusif,” tegasnya.







