JOGJA, bisnisjogja.id – Para pekerja migran setelah pulang kampung biasanya membuka usaha baru untuk menopang perekomian keluarga. Namun demikian tak sedikit yang kebingungan harus berbuat apa.
Kondisi tersebut mendorong Universitas Atma Jaya Yogyakarta menerjunkan tim ke Desa Resapombo, Blitar. Tim terdiri atas Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Nobertus Ribut Santoso PhD selaku Ketua Tim, RA Vita NP Astuti PhD, Sherly Hindra Negoro MIKom, Brahma Putra Pratama MSi, dan Sekhar Chandra Pawana MH dari Fakultas Hukum.
Mereka berkolaborasi dengan Talithakum Indonesia dan Pemerintah Desa Resapombo untuk melakukan penelitian dan pengabdian.
”Kami berkolaborasi dengan keluarga purna migran di Desa Resapombo, Doko, Blitar, Jawa Timur. Kajian ini sebagai komitmen UAJY pada kaum marginal, dan mendorong terwujudnya inklusivitas yang selaras dengan SDGs nomor 17, yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan,” papar Nobertus, Minggu (16/2/2025).
Harmonisasi dan Perekonomian
Ia menjelaskan kenelitian dan pengabdian memperoleh dana dari United Board for Christian Higher Education in Asia (United Board) dan UAJY. Program tersebut bertujuan memperkuat harmonisasi dan perekonomian keluarga purna migran.
Tim mulai beraktivitas dari Januari 2024 hingga Desember 2025 sedangkan Program Keluarga Tangguh telah berlangsung pada tanggal 17-19 Oktober 2024.
Pelatihan kewirausahaan dan komunikasi pemasaran sebagai bagian dari Program Ekonomi Tumbuh juga sudah berlangsung pada 23-25 Januari 2025.

Kepala Desa Resapombo, M Sokeh, menyambut baik inisiatif dan memfasilitasi pelaksanaan program ini. Ia mengapresiasi UAJY yang telah bersedia turun ke desanya membantu masyarakat terutama para pekerja migran.
”Ada banyak warga Resapombo yang bekerja ke luar negeri. Fenomena ini meninggalkan beberapa permasalahan keluarga. Anak-anak tidak mendapatkan pendampingan yang optimal, tingginya perceraian, dan buruknya pengelolaan keuangan keluarga,” papar Sokeh.
Bersama Warga
Nobertus menambahkan, program tersebut dirancang secara komprehensif melalui pendekatan live-in di rumah warga, wawancara mendalam, Focus Group Discussion, dan Appreciative Inquiry.
”Dengan slogan ”Keluarga Tangguh Ekonomi Tumbuh”, program pemberdayaan ini untuk membuat keluarga semakin harmonis. Kami yakin jika keluarga harmonis dan tangguh, maka perekonomian akan tumbuh,” tandasnya.
Warga Resapombo antusias menyambut program. Mereka mengungkapkan bahwa program UAJY membuka wawasan masyarakat, khususnya dalam komunikasi keluarga. Banyak hal baru yang mereka pelajari, terutama memperbaiki cara berkomunikasi dalam keluarga.
”Kami berharap program ini tidak hanya untuk keluarga purna migran tetapi juga seluruh warga Resapombo. Untuk agenda berikutnya, baik adanya jika mengundang ibu-ibu PKK dan lembaga desa lainnya,” harap Siswanto selaku Perangkat Desa Resapombo.





