Perlu Pembatasan Kuota Bajaj Maxride agar Tidak Jenuh

oleh -102 Dilihat
Dosen FBE UAJY Dr Y Sri Susilo.(Foto: Priyo Wicaksono)

 

  • Bajaj Maxride membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, mengurangi pengangguran.
  • Perlu adanya pembatasan kuota operasional agar jumlah Bajaj Maxride tidak berlebihan.
  • Bajaj Maxride tidak hanya berperan sebagai layanan transportasi, tetapi juga sebagai solusi ekonomi.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Keberadaan transportasi roda tiga Bajaj Maxride di Yogyakarta mendapat respons positif dari masyarakat. Angkutan ramah lingkungan ini membantu mobilitas warga sekaligus menjadi alternatif transportasi yang nyaman dan efisien, khususnya di kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi.

Selain memberikan kemudahan transportasi, Bajaj Maxride juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Kehadirannya berkontribusi mengurangi angka pengangguran dengan menyerap tenaga kerja sebagai mitra pengemudi.

Meski demikian, Akademisi dan Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) Dr Y Sri Susilo mengatakan perlu adanya pembatasan kuota operasional agar jumlah Bajaj Maxride tidak berlebihan.

Pembatasan tersebut penting untuk mencegah kejenuhan pasar dan menjaga keseimbangan usaha, sehingga pemilik maupun pengemudi tetap dapat memperoleh keuntungan yang layak.

”Kalau jumlah bajaj terlalu banyak justru bisa memicu persaingan tidak sehat. Pada akhirnya, penghasilan pengemudi bisa menurun,” ujar Susilo pada diskusi dengan media massa di Taman Kuliner Pasty Yogyakarta, Kamis (18/12/2025).

Solusi Ekonomi

Susilo menekankan kontribusi Bajaj Maxride dalam membuka lapangan kerja dan memberikan penghasilan yang relatif stabil bagi mitra pengemudi. Karena itu, perlu kuota tertentu untuk transportasi.

”Bajaj Maxride tidak hanya berperan sebagai layanan transportasi, tetapi juga sebagai solusi ekonomi di Yogyakarta dan juga kota-kota lainnya. Ini memberi peluang kerja sektor informasl dalam situasi ekonomi yang dinamis,” paparnya.

Hal itu jelas membantu menurunkan angka pengangguran sekaligus memberikan sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan bagi para pengemudi dan mitra.

Sementara itu, City Manager Maxauto Area Yogyakarta, Budhie Trisaputra berharap dapat mengajak lebih banyak media, mitra, serta pelaku UMKM untuk berkolaborasi.

Kolaborasi mampu memperkenalkan lebih luas potensi transportasi ramah lingkungan sekaligus memperkuat dampak ekonomi positif bagi Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota kreatif.

Bajaj RE Indonesia sebagai penyedia solusi transportasi modern terus mengedepankan prinsip keberlanjutan. Perusahaan melakukan perluasan layanan dan peluang investasi yang inklusif.

”Kami berkomitmen menghadirkan mobilitas ramah lingkungan, membuka lapangan pekerjaan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di setiap kota tempat Bajaj beroperasi,” imbuhnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.