JOGJA, bisnisjogja.id – Pemerintah perlu menciptakan program pengembangan modal manusia terutama pelatihan untuk reskilling dan upskilling sesuai kebutuhan desa dan kelurahan.
Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Gumilang AS memberikan masukan tersebut pada diskusi menjelang buka puasa di Bank BPD DIY, Selasa (25/3/2025).
Diskusi yang dibalut dalam Ngobrol Ramadan bertema ”Optimalisasi Pembangunan Desa” menghadirkan sejumlah narasumber dari pelaku usaha, akademisi, pemerintah, masyarakat dan media massa.
”Pemerintah provinsi dan kota/kabupaten bisa memberikan voucher pelatihan guna pengembangan SDM,” saran Gumilang.
Pelatihan dilaksanakan oleh mitra penyedia pelatihan yang berkualitas dan bereputasi, bisa universitas, sekolah tinggi, sekolah vokasi, hingga lembaga pelatihan swasta.
Program Penting
Menurut Gumilang, program bantuan pelatihan tersebut juga bisa menjadi bagian untuk melindungi kelas menengah dan calon kelas menengah DIY yang rentan jika situasi perekonomian menurun.
Sebelumnya, ia menyinggung pendanaan untuk desa dan kelurahan yang sudah berjalan baik dan berkelanjutan.
Kendati demikian, masih ada PR berikutnya yakni menentukan program desa dan kelurahan prioritas berdasarkan keunggulan dan potensi daerah.
”Desa dan kelurahan perlu memastikan aspek tata kelola untuk memastikan efektivitas dana desa dan kelurahan untuk program prioritas,” tandasnya.
Desa dan kelurahan jua perlu memastikan partisipasi komunitas dan representasi dalam pengambilan keputusan untuk inklusivitas program prioritas di desa dan kelurahan.






