Pertamina Jaga Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi

oleh -18 Dilihat
KERETA: Ilustrasi kereta tangki Pertamina di Palembang.(Foto: Priyo Widiyanto/Pertamina)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Pertamina menegaskan pentingnya peran perusahaan minyak milik negara atau National Oil Company (NOC) dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi. Langkah strategis ini dinilai krusial di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, dinamika pasar global, dan tantangan transisi energi yang kian kompleks.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi panel bertema “Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience” di rangkaian gelaran IPA Convex ke-50. Menurutnya, NOC mengemban mandat ganda yang tidak hanya fokus pada profitabilitas entitas bisnis, melainkan juga kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi negara.

Oki menjelaskan bahwa selain menyetor penerimaan negara, NOC bertanggung jawab memperkuat portofolio gas bumi sebagai energi transisi. Langkah ini krusial untuk menyediakan pasokan energi yang lebih terjangkau dengan emisi karbon yang lebih rendah, sehingga target dekarbonisasi dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan domestik.

Motor Penggerak Ekonomi

Lebih dari sekadar penyedia energi, NOC juga berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi melalui hilirisasi industri. Efek berantai dari hilirisasi ini diklaim mampu membuka lapangan kerja baru secara masif serta memaksimalkan nilai tambah dari setiap sumber daya alam yang dimiliki oleh negara.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pertamina terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, mitra global, dan lembaga pembiayaan. Oki menilai, keberhasilan berbagai proyek energi skala besar di dunia membuktikan bahwa kolaborasi erat antara negara dan korporasi menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan energi jangka panjang.

Ia mencontohkan kesuksesan proyek LNG Mozambique yang mendapat dukungan penuh Pemerintah Jepang melalui sinergi berbagai instrumen negara. Integrasi kebijakan tersebut melibatkan partisipasi ekuitas JOGMEC, pembiayaan JBIC, asuransi investasi NEXI, hingga komitmen offtaker jangka panjang dari korporasi seperti JERA untuk memastikan kelayakan proyek.

Menurut Oki, arsitektur dukungan yang kuat dari pemerintah—baik lewat pembiayaan, kepastian pasar, maupun regulasi—sangat diperlukan agar proyek strategis bersifat bankable. Skema ini memungkinkan NOC menjalankan mandat ketahanan energi secara efektif dengan tetap menjaga disiplin investasi yang ketat.

Pasar Internasional dan Domestik

Di sisi domestik, Pertamina fokus menggenjot produksi migas untuk memangkas kesenjangan antara kapasitas pengolahan kilang sebesar 1 juta barel per hari dan produksi minyak mentah yang saat ini berkisar 600 ribu barel per hari. Upaya peningkatan produksi dan penguatan portofolio gas terus diakselerasi melalui berbagai proyek strategis.

Selain operasi di dalam negeri, Pertamina selektif mengepakkan sayap ke pasar internasional guna memperkuat pasokan domestik dan menangkap peluang ekonomi global. Mengandalkan keunggulan sebagai perusahaan terintegrasi dari hulu ke hilir, Pertamina aktif menjalin kemitraan strategis dengan sesama NOC maupun IOC untuk memmitigasi risiko bisnis.

Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG). Seluruh inisiatif keberlanjutan ini dijalankan secara selaras melalui koordinasi intensif bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) demi memperkuat daya saing nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.