Sarihusada sejak tahun 1954 dengan pabrik pertamanya di Yogyakarta, konsisten menutrisi anak melalui inovasi nutrisi berbasis sains yang sesuai dengan kebutuhan anak Indonesia. Sarihusada lahir di Yogyakarta 71 tahun yang lalu sebagai pionir produk nutrisi di Indonesia, dengan misi memenuhi kebutuhan gizi anak.
JOGJA, bisnisjogja.id – Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, prevalensi anemia pada anak usia 6-59 bulan mencapai 38,4 persen. Artinya satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun kekurangan zat besi.
Anemia akibat kekurangan zat besi berdampak dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan kemampuan berpikir anak. Ini menjadi salah satu tantangan utama Indonesia menjelang Generasi Emas 2045.
”Mewujudkan Generasi Emas 2045 perlu kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, swasta, masyarakat, media, organisasi, maupun akademisi untuk memastikan setiap anak Indonesia terpenuhinya hak gizinya,” tandas VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, di Yogyakarta, Rabu (28/8/2025).
Karena itu, Sarihusada sejak tahun 1954 dengan pabrik pertamanya di Yogyakarta, konsisten menutrisi anak melalui inovasi nutrisi berbasis sains yang sesuai dengan kebutuhan anak Indonesia.
”Memasuki 71 tahun, Sarihusada menegaskan komitmennya mendukung generasi emas yang sehat yang berkontribusi langsung pada Indonesia Emas 2045,” ungkap Vera.
Riset dan Inovasi
Ia menegaskan Sarihusada sangat lekat dengan Yogyakarta, sebagai tempat berdirinya pusat riset dan inovasi yang berperan penting menghadirkan berbagai produk bernutrisi untuk anak Indonesia.
Sarihusada lahir di Yogyakarta 71 tahun yang lalu sebagai pionir produk nutrisi di Indonesia, dengan misi memenuhi
kebutuhan gizi anak. Yogyakarta memiliki makna historis yang sangat penting sebagai kota awal solusi nutrisi bagi anak-anak Indonesia.
”Bagi kami, Yogyakarta juga bukan hanya rumah bagi pabrik dan pusat riset, tetapi juga tempat bagi kami menumbuhkan komitmen nyata bagi masyarakat Yogyakarta,” ujar Vera.
Vera memaparkan, sejak berdiri tahun 1954 melalui kolaborasi pemerintah Indonesia dan PBB untuk mengatasi masalah kekurangan gizi pasca Perang Dunia II, Sarihusada melalui SGM telah menutrisi puluhan juta anak
seluruh Indonesia.

Dengan pengalaman lebih dari 71 tahun, SGM yang kini bertransformasi menjadi SGM Eksplor hadir untuk mendukung pemenuhan hak-hak anak, terutama dalam hal akses nutrisi. Hingga kini SGM Eksplor terus berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia.
Kebutuhan Anak
”Kami menyadari saat ini anemia defisiensi besi menjadi masalah gizi utama anak Indonesia. Kami berkomitmen mewujudan pemenuhan gizi anak melalui inovasi produk bernutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, inovasi tidak hanya berfokus pada produk, tapi juga aspek edukasi berbasis digital berupa pemanfaatan Kalkulator Zat Besi di www.generasimaju.co.id, sebagai alat praktis orang tua memantau kebutuhan zat besi si Kecil.
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menambahkan Sarihusada terus mengembangkan lini produ yang menghasilkan keragaman produk dengan kualitas tetap terjaga.
”Kehadiran berbagai produk Sarihusada semakin melengkapi ketersediaan gizi bagi masyarakat, terutama ibu dan anak, mulai dari masa kehamilan, pertumbuhan hingga keluarga,” jelasnya.
Ia mengatakan SGM menghadirkan berbagai solusi nutrisi inovatif yang diformulasikan khusus sesuai dengan kebutuhan anak Indonesia.






