Swasembada Beras Berkelanjutan

oleh -4 Dilihat
Dosen Fakultas Pertanian UMY, Dr Susanawati.(Foto: dok UMY)

 

  • Green supply chain dalam konteks padi mempertimbangkan prinsip keberlanjutan lingkungan.
  • Penerapan green supply chain padi meningkatkan efisiensi biaya sekaligus pendapatan petani dalam jangka panjang.
  • Green supply chain padi memiliki kontribusi strategis menjaga keberlanjutan swasembada beras nasional.

 

UPAYA menjaga swasembada beras nasional tidak cukup fokus pada peningkatan produksi. Keberlanjutan lingkungan dan efisiensi rantai pasok menjadi faktor penting agar ketahanan pangan dapat terjaga dalam jangka panjang.

Salah satu pendekatan yang relevan adalah penerapan green supply chain (GSC) dalam rantai pasok padi, mulai dari hulu hingga hilir.

Green supply chain dalam konteks padi merujuk pada pengelolaan aliran produk, keuangan, dan informasi yang dirancang dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Hal itu merupakan sistem aliran komoditas padi dari hulu ke hilir yang berjalan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Prinsip tersebut menempatkan keberlanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem agribisnis, bukan sekadar eksternalitas.

Pertanian Ramah Lingkungan

Tahapan paling krusial penerapan prinsip ramah lingkungan berada pada fase produksi atau budidaya. Pada tahap ini, aktivitas pertanian padi berpotensi menimbulkan dampak lingkungan paling besar.

Penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan, tingginya kebutuhan air irigasi, serta emisi gas rumah kaca menjadi persoalan serius.

Selain fase produksi, tahap pascapanen dan pengolahan juga menjadi titik krusial penerapan green supply chain. Berbagai permasalahan seperti food loss, limbah sekam dan dedak, serta tingginya konsumsi energi proses pengeringan dan penggilingan menjadi tantangan besar.

Ketika kehilangan hasil terjadi pada fase pascapanen, seluruh sumber daya pada tahap produksi sebelumnya menjadi sia-sia. Karena itu, efisiensi pasca panen merupakan bagian penting dari green supply chain padi.

Pendapatan Petani Meningkat

Penerapan green supply chain padi berpotensi meningkatkan efisiensi biaya sekaligus pendapatan petani dalam jangka panjang.

Meskipun pada tahap awal memerlukan investasi dan penyesuaian, tapi dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap input produksi yang mahal.

Penggunaan pestisida secara lebih efisien, pemanfaatan limbah sebagai pupuk alternatif, serta pengelolaan air yang lebih hemat menurunkan biaya produksi per satuan hasil. Dalam jangka panjang, kesuburan tanah tetap terjaga dan risiko gagal panen dapat ditekan.

Menjaga Keberlanjutan Swasembada

Green supply chain padi memiliki kontribusi strategis menjaga keberlanjutan swasembada beras nasional. Kontribusinya meliputi keberlanjutan produksi padi, pengurangan kehilangan hasil, efisiensi distribusi dan logistik.

Juga peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan ketahanan sistem pangan terhadap dampak perubahan iklim.

Namun demikian, penerapan green supply chain padi tidak dapat parsial. Perlu dukungan kebijakan yang komprehensif. Misalnya, subsidi input ramah lingkungan, insentif harga, jaminan pasar melalui skema contract farming.

Tak kalah penting, penguatan peran Bulog, hingga sertifikasi beras ramah lingkungan. Semua itu menjadi kunci memperluas implementasi green supply chain padi.

  • Seperti disampaikan Dr Susanawati, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

No More Posts Available.

No more pages to load.