JAKARTA, bisnisjogja.id – Laporan e-Conomy SEA 2024 oleh Google, Temasek & Bain menyebutkan, ekosistem ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan 40 persen. Nilainya bakal mencapai 200 – 300 miliar USD atau Rp 3 – 4 triliun pada tahun 2030.
Chief Product Officer dan Co-Founder Paper.id, Jeremy Limman mengungkapkan kondisi tersebut merupakan peluang dengan hadirnya berbagai teknologi pendukung.
Kehadiran pembayaran real-time, artificial intelligence (AI), machine learning (ML), Optical Character Recognition (OCR), dan menjamurnya beragam metode pembayaran berbasis digital menjadi buktinya.
”Pelaku usaha berbagai skala dan sektor termasuk business-to-business (B2B) pun harus mengadopsi teknologi tersebut untuk berbagai alasan seperti memperluas pasar meningkatkan efisiensi operasional,” tandas Jeremy, Minggu (29/12/2024).
Atasi Tantangan
Paper.id, platform invoicing dan pembayaran digital terus berkomitmen membantu pelaku bisnis mengatasi tantangan-tantangan operasional melalui solusi teknologi terkini.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah peluncuran white paper 2025 Outlook: The Future of B2B Transactions in Indonesia – 5 Key Trends and Technologies.
”Kami paparkan tren teknologi digital yang dapat mendorong transformasi operasional B2B menjadi lebih efisien dan inklusif. Adopsi teknologi mampu membantu perusahaan tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global,” jelas Jeremy.
Tahun Krusial
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Paper.id, Yosia Sugialam menembahkan tahun 2025 akan menjadi tahun yang krusial bagi pelaku bisnis.
Adopsi teknologi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemampuan bisnis untuk tetap kompetitif dan relevan di pasar global yang terus berkembang.
”Kami akan terus menghadirkan teknologi inovatif yang selaras dengan tren terbaru untuk mendukung bisnis agar tetap kompetitif dan dapat memaksimalkan peluang,” tandas Yosia.





