- Problematika pembudidayaan ikan Mina Ngrembok, begitu pula tempat lain, di samping faktor bencana alam, musim, dan wabah penyakit ikan, juga kualitas air. Berdasarkan data sejumlah sumber, prosentasi kematian saat pembesaran bisa mencapai 100 persen.
SLEMAN, bisnisjogja.id – Dusun Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman merupakan salah satu sentra produksi ikan air tawar yang berdiri sejak 1988. Pada tahun 1993 pembudidaya ikan Dusun Bokesan sudah mencapai 85 persen dari seluruh penduduk.
Di tahun yang sama, guna mengkoordinasikan pemasaran ikan melalui satu pintu dibentuk kelompok bernama Mina Ngremboko yang tetap eksis sampai sekarang.
Problematika pembudidayaan ikan Mina Ngrembok, begitu pula tempat lain, di samping faktor bencana alam, musim, dan wabah penyakit ikan, juga kualitas air.
”Dari data yang ada, prosentasi kematian saat pembesaran ikan bisa mencapai 100 persen. Namun karena berada pada aliran air dari gunung yang baik, prosentase kematian ikan di Mina Ngremboko bisa mencapai 50 persen,” ungkap Ketua Tim Pengabdian DPPM PKM 2025 dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Dr Dedi Pramono.
Hal itu, jelas merugikan pembudidaya ikan. Apalagi pemasaran ikan sekarang ini di Mina Ngremboko, ikan konsumsi dan pembenihan sangat tinggi.
Kualitas Air
Tim Pengabdian DPPM PKM 2025 dari UAD bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi mencoba mengatasi problematika kualitas air. Mereka membuat alat pengontrol air berbasis web.
Alat itu, IoT (internet of Things). Ada tiga fungsi utamanya alat inti yakni untuk mengontrol kondisi suhu udara di air, besaran oksigen yang terlarut di air, dan keasaman (ph) air.
Secara teknis, arsitektur sistem ini terbagi menjadi tiga lapisan utama. Lapisan sensor terdiri atas sensor pH air, sensor oksigen terlarut (Dissolved Oxygen), dan sensor suhu yang bertugas mengumpulkan data kualitas air secara langsung dari kolam.
Data kemudian dikirim ke Lapisan Kontrol. Sebuah mikrokontroler berfungsi sebagai pusat pemrosesan. Mikrokontroler mengolah data dan mengirimkannya ke cloud. Pada Lapisan Output, data yang telah disimpan di cloud dapat diakses dan dipantau oleh pembudidaya melalui antarmuka website.
Edukasi Warga
Dedi menjelaskan, untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemakaian alat IoT Tim Pengabdian DPPM PKM 2025 dibantu mahasiswa KKN rekognisi UAD menyelenggarakan workshop impementasi IoT (internet of things).
Kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan Mina Ngremboko Bokesan. Pemateri, Eko Aribowo MKom dibantu mahasiswa Teknologi Informatika UAD, Rendie Abdi Saputra.
”IoT meupakan alat yang dipakai untuk memungkinkan mengumpulkan berbagai data, mengolahnya, dan secara otomatis melakukan tindakan yang diperlukan berdasarkan data tersebut,” papar Eko.
Selanjutnya Rendie menegaskan bahwa data terhubung dengan internet yang dapat dibaca melalui handphone dan atau laptop secara real-time, sehingga pembudidaya ikan tidak perlu lagi mengontrol kualitas air ke kolam.
Ketua Pembudidaya Ikan Mina Ngremboko, Saptana menambahkan alat IoT memudahkan untuk melakukan pengecekan kualitas air. Pembudidaya ikan belum banyak yang mempunyai alat untuk mengontrol kualitas air secanggih karya UAD.





