JOGJA, bisnisjogja.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuat merah kawasan titik nol kilometer. Mengenakan jaket almamater berwarna merah, mereka menggelar aksi menyampaikan aspirasi mengenai berbagai hal yang dinilai ugal-ugalan.
Mereka menyoroti sejumlah masalah kebijakan publik dan kondisi nasional. Salah satunya, kebijakan ekonomi dan energi. Mahasiswa menuntut penurunan harga BBM serta bahan kebutuhan pokok. Mereka juga mendesak pemerintah mempercepat transisi energi nasional agar tidak bergantung pada impor.
Demonstran yang tergabung dalam Aliansi UMY bergerak bersama mahasiswa yang tergabung dalam GMNI UMY. Aksi sebelumnya di tempat yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa UII.
Mereka juga minta adanya evaluasi program pemerintah, penghentian program-program populis yang tergesa-gesa dan membebani APBN, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merugikan rakyat.
Pada persoalan politik internasional, mahasiswa menuntut pemerintah untuk segera menghentikan keterlibatan dalam berbagai agenda politik internasional yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Komersialisasi Pendidikan
Privatisasi Pendidikan tak luput dari perhatian demonstran. Mereka menolak komersialisasi dan privatisasi sektor pendidikan, serta menuntut alokasi APBN yang memprioritaskan pendidikan dan kesehatan.
Mahasiswa mendesak penghentian kriminalisasi terhadap aktivis, jaminan kebebasan berpendapat, penghentian perampasan tanah, serta menolak militerisme di ruang sipil dengan mengembalikan TNI-Polri ke barak sesuai prinsip dasarnya.
Tuntutan lain yang disampaikan oleh mahasiswa pengusutan secara tuntas seluruh kasus korupsi yang terkait dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Di samping itu, copot pejabat negara Anggota DPR RI Komisi IX, dan aparat penegak hukum lainnya termasuk Wakil Ketua KPK yang diduga terindikasi terlibat dalam praktik tindak pidana korupsi program MBG. Ada pula pejabat Kejaksaan dan Polri yang diduga terlibat dalam praktik korupsi program MBG.
Aksi mahasiswa juga menuntut penghentian segala bentuk perampasan tanah rakyat, eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat, serta berbagai praktik penindasan yang dilakukan atas nama pembangunan. Reformasi agraria sejati harus diwujudkan sebagai jalan menuju keadilan sosial.
”Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, memperkuat solidaritas, dan terus memperjuangkan hak-hak rakyat demi terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, berdaulat, dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak,” tandas Korlap GMNI UMY, Ilham.







