JOGJA, bisnisjogja.id – ”Harga masih wajar-wajar, yang cukup pedas tinggal cabai. Harganya naik sampai Rp 90.000 per kg. Dalam seminggu sudah berubah harga tiga sampai empat kali,” ungkap Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.
Ia menyampaikan itu ketika Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan di Pasar Beringharjo dan PT Indomarco Prismatama Depo, Kotagede.
Wawan menambahkan daya beli masyarakat masih stabil dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Ia menjelaskan kenaikan harga cabai akibat terbatasnya pasokan dari beberapa daerah pemasok.
‘Memang pasokan sangat terbatas, jadi kita imbau sebaiknya masyarakat menanam kalua untuk kebutuhan rumah tangga. Ini mengantisipasi beberapa pasokan dari daerah-daerah yang memang kosong,” paparnya.
Cabai termasuk tanaman yang mudah tumbuh bahkan dalam pot dan di teras rumah pun bisa tumbuh subur. Banyak yang telah melakukannya.
Cukup Terkendali
Menjelang Natal dan Tahun Baru, biasanya memang terjadi lonjakan Harga. Namun demikian kali ini terlihat masih terkendali.
Daya beli masyarakat juga biasa belum memperlihatkan aksi borong. Sehingga berbagai kebutuhan tersedia dan dapat mencukupi keperluan masyarakat.
Asisten Setda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, menegaskan komoditas pokok seperti beras, minyak, dan gula berada pada tingkat yang aman dengan harga terkendali.
”Yang penting-penting semuanya cukup dan harganya terkendali. Beras, minyak, gula, semuanya terkendali,” jelasnya.
Tri memastikan stok beras DIY dalam kondisi sangat aman dan pemerintah siap melakukan intervensi apabila ada komoditas pokok lain yang mengalami kekurangan.





