AdaKami Bantu UMKM Lokal, Termasuk dari Kelompok Rentan

oleh -153 Dilihat
TULI: AdaKami memberi dukungan pada kelompok tuli yang membuka usaha kopi.(Foto: istimewa)

 

  • Usaha kecil kerap menghadapi keterbatasan mengembangkan dan menjaga keberlanjutan.
  • UMKM menghadirkan dampak bagi komunitas dan lingkungan sekitarnya.
  • Perlu pendampingan UMKM dengan cara yang relevan agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan.

 

JAKARTA, bisnisjogja.id – Perusahaan fintech lending AdaKami memberikan dukungan kepada delapan UMKM dari berbagai sektor sepanjang 2025. Melalui program #UsahaBarengAdaKami, perusahaan menjangkau pelaku usaha dari kelompok rentan hingga berbasis lingkungan dan budaya.

”UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional, namun kerap menghadapi keterbatasan mengembangkan dan menjaga keberlanjutan usaha,” papar Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss.

Ia menekankan, melalui program #UsahaBarengAdaKami, perusahaan ingin mendampingi UMKM sesuai kebutuhan masing-masing. Bukan sekadar memberikan akses permodalan, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha dan dampak sosial pada komunitas.

Fokus Penguatan Kapasitas

Pendampingan pada UMKM melalui dukungan sesuai dengan karakter dan kebutuhan tiap usaha. Fokusnya, penguatan kapasitas, kelancaran operasional, serta keberlanjutan bisnis agar UMKM dapat tumbuh.

Pendekatan tersebut tercermin pada UMKM sektor kuliner dan kopi yang membawa misi inklusi dan pelestarian budaya. Di Jakarta Selatan, Kopi Tuli dan Akurasa merupakan usaha kopi yang membuka ruang kerja inklusif bagi penyandang tuna rungu.

Kedua usaha tersebut mendapatkan dukungan memperkuat operasional harian dan pengembangan layanan. Sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

Di Yogyakarta, Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong berfokus pada promosi sekaligus budaya lokal. Dukungan program untuk memperkuat proses produksi dan penyajian, seiring upaya meningkatkan daya saing kopi lokal.

Komunitas Perajin Difabel

Pendekatan inklusif juga melalui dukungan kepada Difabel Zone, komunitas perajin batik difabel. Dukungan untuk memperkuat kapasitas produksi serta melengkapi sarana pendukung pameran, di tengah tingginya minat kolaborasi dan kemitraan.

”Permintaan pameran dan kerja sama cukup tinggi, tetapi kami memiliki keterbatasan sarana. Dukungan dari #UsahaBarengAdaKami membantu kami menjawab kebutuhan tersebut,” ungkap pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti.

House of Kawa di Tanah Datar, Sumatra Barat merupakan usaha pelestarian minuman tradisional Minangkabau yang telah berjalan lintas generasi. Dukungan program untuk meningkatkan efisiensi pengolahan, sehingga proses produksi dapat berjalan lebih konsisten.

Pengelolaan Sampah Organik

Urban Compost Bali yang mengelola sampah organik menjadi kompos dalam skala komunitas juga mendapat bantuan. Dukungan program membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan yang selama ini membutuhkan tenaga dan waktu besar.

Selain itu, Pisangne K-Tamane mendapat dukungan memperkuat kapasitas usaha agrowisata yang memberdayakan petani perempuan melalui peningkatan kualitas produksi.

Pendiri Urban Compost Bali, Buya Azmedia, mengatakan program #UsahaBarengAdaKami membantu memperlancar proses pengolahan dan menjaga keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan.

”Pengolahan sampah organik bukan proses instan. Dukungan program membantu kami meningkatkan efisiensi dan memastikan upaya pelestarian lingkungan dapat terus berjalan,” imbuhnya.

Jonathan menambahkan, setiap pelaku UMKM memiliki cerita dan tantangan yang berbeda, namun benang merahnya tetap sama. Mereka menghadirkan dampak bagi komunitas dan lingkungan sekitarnya.

”Ke depan, kami ingin terus mendampingi mereka dengan cara yang relevan agar usaha-usaha tersebut dapat tumbuh berkelanjutan,” tandas Jonathan.

No More Posts Available.

No more pages to load.