Awas, 97 Persen Perusahaan Mengalami Account Takeover

oleh -572 Dilihat
PENIPUAN DIGITAL: Founder dan CEO Grup VIDA, Niki Luhur menyampaikan pentingnya antisipasi penipuan digital.(Foto: dok VIDA)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Temuan whitepaper terbaru VIDA mengungkapkan 97 persen perusahaan Indonesia mengalami insiden account takeover (ATO) dalam 12 bulan terakhir. Sebagian besar karena serangan phishing dan smishing.

Founder dan CEO Grup VIDA, Niki Luhur menyatakan menanggapi lonjakan signifikan dalam kasus, pihaknya sebagai penyedia identitas digital meluncurkan VIDA Authentication Suite.

”Ini kamu lakukan sebagai respons lonjakan kasus ATO,” tandas Niki, Jumat (7/2/2025).

Temuan VIDA

Ia mengungkapkan temuannya, 67 persen konsumen melaporkan transaksi tidak sah di akun digital mereka. Kemudian, 84 persen bisnis menghadapi insiden keamanan terkait kerentanan SMS OTP.

Kecuali itu, 98 persen bisnis mengalami masalah autentikasi, namun hanya sembilan persen yang mencari solusi alternatif. Sebanyak 46 persen bisnis tidak memiliki pengetahuan tentang cara mengurangi risiko ATO.

”Kami percaya autentikasi yang aman tidak seharusnya mengorbankan pengalaman pengguna,” ujar Niki Luhur.

Ia mengatakan metode autentikasi tradisional seperti SMS OTP, yang telah berusia puluhan tahun, tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman digital saat ini.

Penipuan ATO meningkat pesat, dan sementara metode lama seperti kata sandi dan SMS OTP justru membuka celah bagi bisnis dan konsumen rentan terhadap serangan digital fraud.

”Dengan VIDA Authentication Suite, kami menghadirkan solusi berbasis teknologi terbarukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna,” paparnya.

Pengaduan Penipuan

Deputi Direktur Pelayanan Konsumen dan Pemeriksaan Pengaduan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Arwan Hasibuan mengungkapkan elama tahun 2024 hingga Januari 2025, OJK mencatat total 2.688 pengaduan terkait external fraud dari konsumen.

Adapun, salah satu bentuk external fraud yang paling dominan dan sering diadukan yakni ATO. Data tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memerangi penipuan digital.

”Kami mengapresiasi langkah VIDA dalam memerangi ATO melalui solusi teknologi autentikasi terdepan,” ujar Arwan.

Sebagai lembaga pemerintah yang berkomitmen untuk melindungi konsumen, OJK mendukung penuh inovasi dalam autentikasi digital yang tidak hanya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga mencegah kerugian akibat penipuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.