Bukan Formalitas, Sertifikasi Produk Syarat Utama Masuk Pasar

oleh -354 Dilihat
PRODUK BERKUALITAS: Tim dari Laboratorium Agrobisnis Fakultas Peternakan (Fapet) UGM menekankan pentingnya sertifikasi produk berkualitas.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – ”Produsen yang ingin memperluas pangsa pasar dapat mengurus sertifikasi produk sebagai syarat utama untuk masuk ke pasar” tandas guru besar Fakultas Peternakan UGM, Prof Tri Anggraeni.

Ia menegaskan sertifikasi produk bukan sekadar formalitas administratif bagi produsen.

Lebih dari itu, sertifikasi mencerminkan komitmen terhadap standar mutu dan membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

Produk yang telah tersertifikasi cenderung lebih dipercaya oleh mitra bisnis dan memiliki nilai tambah dalam rantai pasok.

Sertifikasi juga menjadi jaminan bagi konsumen bahwa produk yang mereka beli telah melalui proses pengawasan ketat, mulai dari bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.

Sebagai contoh, produk bersertifikat halal menunjukkan bahwa proses produksinya telah sesuai dengan syariah, sehingga kehalalannya dapat dipertanggungjawabkan.

Kualitas Produk

Tak hanya sertifikasi, label produk juga memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk peternakan.

Prof Suci Paramitasari menambahkan, meski manfaatnya sangat jelas, tingkat adopsi sertifikasi produk di sektor peternakan masih menghadapi berbagai tantangan.

Beberapa di antaranya adalah rendahnya pemahaman pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tentang pentingnya sertifikasi, tingginya biaya proses sertifikasi, serta terbatasnya akses informasi dan pendampingan teknis.

Tak jarang, UMKM enggan mengurus sertifikasi karena dianggap rumit dan mahal. Sementara itu, pemahaman mengenai pentingnya label produk yang sesuai dengan ketentuan dan target pasar juga masih minim.

Banyak produsen UMKM membuat label seadanya tanpa mempertimbangkan aspek estetika dan informasi yang dibutuhkan konsumen.

”Para pelaku usaha mikro di sektor pengolahan produk peternakan masih enggan mengurus sertifikasi karena kurangnya informasi dan pendampingan yang mereka terima. Di sinilah peran perguruan tinggi sangat penting untuk memberikan edukasi dan pendampingan,” tandas Suci.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.