SIDOARJO, bisnisjogja.id – Bimasakti Multi Sinergi membuktikan, inovasi teknologi finansial (fintech) mampu tumbuh pesat dari daerah sebelum merambah pasar nasional. Perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur ini, secara konsisten memperluas jangkauan layanan digitalnya guna menjawab kebutuhan transaksi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
Bimasakti kini mengelola ekosistem layanan yang komprehensif, mulai dari payment gateway Winpay, dompet digital SpeedCash, hingga platform H2H multi biller Rajabiller. Ekspansi strategis tersebut menempatkan perusahaan sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi digital yang tidak lagi berpusat hanya di Jakarta.
VP Regulator and State Authority Bimasakti, Novandy Bambang Pramana, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi pembayaran yang lebih inklusif.
”Sejak awal kami melihat bahwa kebutuhan layanan pembayaran digital tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah,” ujar Novandy dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai keberhasilan Bimasakti merupakan sinyal positif bagi pemerataan inovasi keuangan di tanah air. Menurutnya, pertumbuhan fintech dari daerah membuka kesempatan yang lebih setara bagi pelaku usaha kecil untuk mengakses layanan keuangan modern.
Penerapan Standar Keamanan
Guna memperkuat kepercayaan publik, Bimasakti kini resmi mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 dari lembaga sertifikasi global TÜV Rheinland. Standar internasional ini menjamin sistem manajemen keamanan informasi perusahaan telah memenuhi kriteria ketat dalam perlindungan data pengguna.
Novandy menjelaskan, penerapan standar keamanan mencakup area strategis seperti pengembangan sistem, operasional TI, hingga pemeliharaan layanan pembayaran.
”Pengelolaan keamanan informasi kini kami terapkan secara lebih komprehensif pada seluruh ekosistem layanan digital Bimasakti,” tambah Novandy.
Sertifikasi memayungi berbagai layanan utama, termasuk penatausahaan sumber dana, transaksi QRIS, layanan acquiring, hingga pengiriman uang atau remitansi. Langkah ini memastikan setiap transaksi yang diproses melalui jaringan Bimasakti memiliki proteksi berlapis sesuai standar dunia.
Tata Kelola Keamanan Informasi
Firlie Ganinduto memberikan apresiasi tinggi atas langkah Bimasakti yang memprioritaskan tata kelola keamanan informasi di tengah pertumbuhan industri. Ia berpendapat bahwa kepatuhan terhadap standar global menjadi elemen krusial untuk menjaga keberlanjutan industri fintech nasional.
Langkah Bimasakti sejalan dengan upaya pemerintah mendorong literasi dan inklusi keuangan secara merata di berbagai wilayah Indonesia. Inovasi yang lahir dari Sidoarjo ini menjadi bukti nyata bahwa kedaulatan digital bisa dimulai dari titik mana saja di nusantara.
Ke depan, Bimasakti terus berkomitmen memperkuat fondasi keamanan data seiring dengan meningkatnya volume transaksi digital masyarakat. Perusahaan optimis bahwa ekosistem pembayaran yang aman dan terpercaya akan menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.






