Ekstrak Daun Mengkudu Cocok untuk Pakan Alternatif Ayam Broiler

oleh -592 Dilihat
DISERTASI: Mustofa Hilmi saat paparan disertasinya di Fakultas Peternakan UGM.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Daun mengkudu ternyata memiliki manfaat untuk ternak unggas. Penelitian Mustofa Hilmi, lulusan Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan UGM, mengungkapkan pentingnya ekstrak daun mengkudu sebagai alternatif pakan ayam.

Pada penelitiannya, ia berhasil mengembangkan inovasi pakan unggas berbasis nanoteknologi ramah lingkungan. Penelitian juga juga disertasinya berjudul ”Biosintesis Nanopartikel Perak (AgNPs) Menggunakan Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia Linn) sebagai Feed Additive Ayam Broiler”.

Penelitian tersebut menjawab tantangan global terhadap pelarangan penggunaan antibiotik sintetik dalam pakan ternak akibat isu resistensi antimikroba.

”Ada tiga tahap penelitian, yakni mulai dari biosintesis, uji antimikroba secara in vitro, hingga aplikasi in vivo. Hasilnya, nanopartikel perak berukuran rata-rata 84,78 nm yang stabil selama tujuh minggu penyimpanan,” ungkap Mustofa.

Berat Badan

Ia menjelaskan, hasil uji menunjukkan bahwa AgNPs mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella typhimurium tanpa mengganggu keberadaan bakteri baik (Lactobacillus spp.) dalam saluran pencernaan ayam.

Pemberian AgNPs dosis enam ppm dalam air minum ayam broiler meningkatkan populasi bakteri menguntungkan, memperbaiki kesehatan usus, serta meningkatkan pertambahan bobot badan dan efisiensi pakan.

”Konsentrasi enam ppm merupakan dosis optimal yang dapat meningkatkan performa pertumbuhan ayam tanpa menimbulkan residu berbahaya,” jelas Mustofa.

Namun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa residu perak dalam daging dan hati ayam melebihi batas maksimum jika belum melalui masa henti konsumsi (withdrawal time) minimal lima hari.

Dengan temuan tersebut, Mustofa menyimpulkan bahwa nanopartikel perak berbasis ekstrak daun mengkudu dapat menjadi alternatif alami pengganti antibiotik dalam industri perunggasan, asalkan diterapkan dengan dosis tepat dan memperhatikan waktu henti aman sebelum panen.

No More Posts Available.

No more pages to load.