JOGJA, bisnisjogja.id – Hati siapa tak akan runtuh melihat betapa dahsyat dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatra. Ribuan orang menjadi korban, sebagian meninggal dunia, lainnya kehilangan rumah dan tanah tempat berteduh.
Kesedihan mendalam itu juga dirasakan maestro kaligrafi Indonesia, Syaiful Adnan, yang kini menetap di Gamping Kidul, Gamping, Sleman.
Saat menyaksikan tayangan televisi dan YouTube, ia menangis sejadinya. Kampung halamannya di Saniangbaka, Solok, Sumatra Barat, hancur tanpa sisa. Surau tempat berlatih melukis sejak kecil lenyap, begitu pula rumah gadang yang menyimpan banyak kenangan.
”Saya hanya bisa menangis melihat begitu dahsyat dampak banjir dan tanah longsor itu,” ujar Syaiful Adnan.
Terlebih, saat itu ia baru saja menyelesaikan lukisan kaligrafi Surat Ar-Rum ayat 41, yang bermakna telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia, agar manusia kembali ke jalan yang benar.
Tanpa banyak kata, ia berniat menjual lukisan Ar-Rum 41 beserta karya-karya lainnya kepada siapa pun yang tergugah hatinya untuk berinfak bagi kepedulian Sumatra.
Seluruh hasil penjualan akan didonasikan melalui LazisMu, dengan penggalangan dana melalui lelang karya kaligrafi yang dipercayakan kepada JogjaAuction by Dini MediaPro.
Seni Peduli
Menurut Syaiful Adnan, mengoleksi kaligrafi memiliki banyak manfaat. Selain membumikan ayat-ayat Allah melalui seni, kaligrafi juga menjadi pengingat bagi siapa pun yang melihat dan membacanya, baik di rumah maupun di perkantoran.
”Kaligrafi itu ketika dikoleksi, insyaallah berdampak dunia dan akhirat,” ujarnya.
Perantau yang sejak 1973 menimba ilmu di ASRI Yogyakarta, kini ISI Yogyakarta, meyakini kepedulian melalui seni akan menghadirkan berkah lahir dan batin, terlebih apabila diniatkan untuk membantu korban bencana alam seperti di Sumatra.
Ia pun mengajak para seniman, khususnya yang berasal dari tanah Minang, untuk melakukan hal serupa.
‘Sekecil apa pun yang kita lakukan, insyaallah bermanfaat,” kata pelukis kidal yang pernah aktif di LSBO PP Muhammadiyah ini.
Adapun karya Syaiful Adnan yang akan dilelang antara lain kaligrafi Ar-Rum 41, Alam Nasrah, Hanya Kepada-Nya, dan Yang Maha Kuasa masing-masing berukuran 150 x 150 cm, serta sepuluh lukisan kaligrafi berukuran kecil lainnya.





