Lenovo Menemani Penderita Alzheimer dan Demensia, Luncurkan Progam Khusus

oleh -302 Dilihat
PENDERITA DEMENSIA: Ilustrasi penderita demensia dan alzheimer yang dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu kelangsungan hidupnya.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Profesor Epidemiologi Klinis dan Kesehatan Digital di Universitas Exeter, David Llewellyn, mengungkapkan secara global, ada sekitar 55 juta orang yang hidup dengan demensia. Angka itu akan mencapai 139 juta pada tahun 2050.

Inilah yang menjadi perhatian Lenovo untuk menemani para penderita demensia dan alzheimer. Pada ajang Lenovo Tech World,15 Oktober 2024, Lenovo bekerja sama dengan Innovations in Dementia meluncurkan Alzheimer’s Intelligence.

”Program tersebut merupakan sebuah avatar 3D fotorealistis dengan AI khusus yang dasarnya pada pengalaman hidup orang yang menderita demensia dan alzheimer,” papar Chief Security and AI Officer di Lenovo, Doug Fisher.

Akses Penuh

Proyek tersebut memberikan akses 24 jam bagi orang dan keluarga yang tengah menghadapi diagnosis demensia untuk berbicara dengan avatar yang menawarkan nasihat yang dipersonalisasi, mengutamakan akurasi, privasi, dan empati.

”Kemajuan AI dalam inisiatif ”Alzheimer’s Intelligence” dari Lenovo menunjukkan teknologi dapat meningkatkan interaksi manusia. Juga menawarkan alat yang berharga untuk mendukung individu yang hidup dengan demensia, saat ini maupun masa depan,” imbuh David.

Pada aplikasi pertama ini, Lenovo memelopori penggunaan AI untuk para penderita. Teknologi gabungan mengumpulkan pengalaman langsung dan nasihat dari ratusan orang yang hidup dengan demensia dan alzheimer ke dalam avatar 3D fotorealistis yang dapat berkomunikasi secara alami tanpa naskah.

Sekali Klik

Dengan bukti konsep tersebut, seseorang yang didiagnosis demensia hanya perlu sekali klik untuk mendapatkan sumber daya percakapan dan bantuan secara langsung.

”Dengan kemajuan AI yang pesat, kita harus memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab untuk komunitas yang mungkin terabaikan oleh inovasi teknologi,” tandas Doug Fisher.

Alzheimer’s Intelligence akan memungkinkan orang yang baru saja didiagnosis menderita demensia untuk mengajukan pertanyaan yang hanya dapat dijawab oleh orang yang pernah hidup dengan penyakit tersebut.

”Yang terpenting, seluruh pengalaman tersebut dirancang agar mudah diakses, memerlukan keahlian teknologi minimal, dan mengutamakan interaksi alami dan akrab,” jelas Doug.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.