JOGJA, bisnisjogja.id – Bagi ribuan mahasiswa asal Sumatra di Yogyakarta, banjir bandang yang menerjang kampung halaman bukan sekadar berita duka di layar ponsel. Ia adalah kenyataan pahit tentang orang tua yang kehilangan harta benda, serta kiriman biaya hidup yang tiba-tiba terhenti.
Di tengah kegelisahan itu, sebuah titik terang muncul. Lembaga Amil Zakat LazisQu Yogyakarta resmi meluncurkan program “Makan Gratis untuk Mahasiswa Sumatra dan Aceh yang Terdampak Bencana” pada Jumat (19/12/2025).
Program kepedulian ini dirancang untuk memastikan kebutuhan pangan mahasiswa terpenuhi secara rutin. Layanan makan gratis ini berlangsung setiap hari, mencakup waktu pagi, siang, dan sore dan akan terus berjalan hingga tanggal 27 Desember mendatang.
Bertempat di Ayam Geprek Sarjana, suasana haru menyelimuti peluncuran program ini. Ponco Sri Ariyanto, Manager Program LazisQu, menjelaskan bahwa gerakan ini adalah pelukan hangat bagi mereka yang sedang jauh dari rumah.
”Kami tidak hanya memberikan sepiring makanan. Kami ingin menyampaikan pesan kepada adik-adik mahasiswa bahwa di saat mereka kehilangan tumpuan, mereka tidak sendiri. Jogja adalah rumah kedua yang peduli,” ujar Ponco.
Seribu Porsi
Melalui kolaborasi dengan UKMF Al-Huda FBSB UNY, Kopma UNY, dan Ayam Geprek Sarjana, LazisQu menyiapkan 500 porsi di tahap awal dengan target total mencapai 1.000 porsi.
Data menunjukkan lebih dari 5.000 mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar di Yogyakarta kini terjepit kesulitan finansial. Di saat orang tua berjuang memulihkan diri dari bencana, para mahasiswa ini harus memutar otak untuk sekadar makan harian hingga memikirkan biaya UKT yang tetap berjalan.
”Dampaknya nyata. Melalui program ini, kami ingin meringankan beban mereka agar mereka tetap fokus menuntut ilmu,” tambah Ponco.
Program yang dikelola dari Berbah, Sleman ini menjadi pengingat kuat bahwa gotong royong adalah napas masyarakat. LazisQu mengajak semua pihak untuk terus bersinergi, memastikan tidak ada mahasiswa yang merasa berjuang sendirian di tanah rantau.
Bagi mereka, seporsi nasi ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bukti bahwa Indonesia adalah satu keluarga besar yang saling menjaga di masa sulit.





