Nilai Tukar Petani di Jawa

oleh -963 Dilihat
Sumber gambar : Pixabay

JOGJA, bisnisjogja.id – Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang berguna untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani karena mengukur kemampuan produk (komoditas) yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi (usaha) maupun untuk konsumsi rumah tangga petani (www.pertanian.go.id).  Menurut BPS (2024) NTP merupakan perbandingan antara Indeks harga yg diterima petani (It) dengan Indeks harga yg dibayar petani (Ib).

Berdasarkan data per bulan April dan Mei 2024, NTP DIY  masing-masing sebesar 103,01 dan 108,61 (lihat Tabel). Angka NTP tersebut lebih rendah dibandingkan dengan NTP provinsi lain di pulau Jawa yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten. Dibandingkan dengan NTP Indonesia sebesar 116,79 dan 116,71, NTP jauh dibawahnya (lihat Tabel). Mengacu Tabel, secara umum NTP bulan Mei 2024 menurun dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

 

Tabel NTP 6 Provinsi di Pulau Jawa

 

No.

 

Provinsi

 

April 2024

 

Mei 2024

1 Jawa Barat 110,40 108,76
2 DKI Jakarta 105,94 105,67
3 Jawa Tengah 110,97 110,79
4 DI Yogyakarta (DIY) 103,01 101,79
5 Jawa Timur 107,58 108,61
6 Banten 105,59           103,41
7 Indonesia 116,79 116,71

Sumber: BPS (2024)

NTP DIY sebesar 103,01 di bulan April 2024 dan menurut menjadi 101,79 pada bulan Mei 2024. Besarnya NTP DIY masih kategori surplus namun relatif lebih kecil dibandingkan dengan 5 Provinsi di Jawa dan NTP Indonesia. Untuk itu upaya pendampingan untuk efisiensi dalam proses usaha tani bagi petani masih diperlukan agar produktivitas meningkat. Distribusi sarana produksi (saprodi) pertania juga harus lebih lancar agar harga saprodi (bibit, pupuk dan pestisida) di tingkat petani lebih stabil.

 

@yss230724

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.