Pakar Bencana Pernah Sampaikan Ancaman Bahaya Banjir Bandang

oleh -662 Dilihat
Prof Dwikorita Karnawati.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Pakar kebencanaan UGM, Prof Dwikorita Karnawati pernah menyampaikan ancaman banjir bandang dan petir beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan itu karena puncak musim hujan sedang berlangsung.

Menurutnya, Indonesia tengah memasuki puncak musim hujan yang datang lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan intensitas curah hujan tinggi mencapai 300 hingga 500 milimeter per bulan. Bahkan di beberapa daerah bisa melampaui angka tersebut.

”Wilayah barat dan tengah Indonesia akan mengalami puncak hujan pada November hingga Desember, sementara wilayah tengah dan timur mencapai puncaknya pada Desember hingga Februari,” papar Dwikorita yang menjabat Kepala BMKG 2017–2025.

Mengenai ancaman banjir bandang, ia menyebutkan ciri-ciri awal dapat dikenali dengan melihat perubahan warna air sungai yang tiba-tiba keruh dan disertai aliran ranting atau batang kayu.

Saat air yang biasanya jernih menjadi keruh dan deras, tanda tersebut harus direspons dengan segera menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi.

Seperti diketahui, banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Banyak daerah mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang, ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Aplikasi BMKG

Dwikorita mendorong mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan untuk mengunduh aplikasi InfoBMKG, yang menyediakan prakiraan cuaca, kategori intensitas hujan, dan peringatan dini.

Informasi tersebut penting untuk mengantisipasi potensi bahaya cuaca ekstrem seperti longsor, banjir bandang, kilat atau petir, serta angin kencang atau puting beliung.

Selain potensi curah hujan yang tinggi, Dwikorita menyoroti ancaman bahaya tersambar petir saat hujan berlangsung.

Ia menyarankan agar terhindar dari sambaran petir dengan cara menjauhi kolam renang dan pohon, menghindari berdiri dekat tiang listrik, menara, atau di ruang terbuka.

”Ketika berada di luar ruangan, rapatkan kaki atau mengangkat satu kaki guna meminimalkan risiko sambaran listrik, serta menghindari penggunaan alat komunikasi logam,” tandasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.