Pembelanjaan Perjalanan ke Luar Negeri Melonjak 400 Persen

oleh -302 Dilihat
Aadarsh Baijal dari Bain & Company.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Laporan hasil Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan perjalanan online, dengan pertumbuhan GMV tercepat sebesar 24 persen dibandingkan sektor lain, akan mencapai GMV $ 9 miliar pada tahun 2024.

Pembelanjaan untuk perjalanan ke luar negeri telah melonjak 400 persen sejak tahun 2020 karena orang Indonesia memanfaatkan peluang untuk bepergian ke luar negeri. Utamanya masih di wilayah Asia Tenggara, yang menyumbang 51 persen dari pengeluaran ke luar negeri.

Layanan keuangan digital mengalami pertumbuhan pesat. Pembayaran digital tumbuh 19 persen pada tahun 2024 dan akan mencatat Gross Transaction Value (GTV) sebesar $ 404 miliar.

Ini menjadikan sektor tersebut sebagai pasar pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara. Sementara itu, pada tahun 2024, layanan pinjaman digital diperkirakan akan mencapai GMV $ 9 miliar.

Transportasi Online

Partner di Bain & Company, Aadarsh Baijal, memaparkan transportasi online tumbuh dari GMV $ 2 miliar pada tahun 2023 menjadi $ 3 miliar pada tahun 2024. Ini akibat pulihnya permintaan perjalanan harian dan internasional, adopsi dan penetrasi yang tinggi ke kota kecil, serta promosi gencar oleh operator pendatang baru untuk menarik pengguna.

”Pengiriman makanan juga tumbuh dari GMV $ 5 miliar pada tahun 2023 dan mencapai $ 6 miliar pada tahun 2024. Permintaan konsumen meningkat dan ekspansi pelaku usaha pengiriman ke kota-kota kecil dan daerah pedesaan,” ungkap Aadarsh.

Media online di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, meskipun pangsa pasarnya secara keseluruhan dalam ekonomi digital masih relatif kecil.

Ia menyebut, GMV diperkirakan akan tumbuh 12 persen dari $ 7 miliar pada tahun 2023 menjadi $ 8 miliar pada tahun 2024. Ini karena meningkatnya popularitas konten digital, game, dan layanan streaming.

Berkembang Pesat

“Ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat, dengan pertumbuhan GMV dan pendapatan dua digit yang berkelanjutan serta lonjakan profitabilitas di berbagai sektor yang dipimpin para pemain penting,” ujar Aadarsh.

Menurutnya, Indonesia memainkan peran penting mendorong pertumbuhan sebagai ekonomi digital terbesar di kawasan. Pihaknya memperkirakan GMV akan naik dua kali lipat hingga tahun 2030, terutama karena dorongan sektor e-commerce dan perjalanan online, khususnya dengan peningkatan perjalanan intra-regional.

Pada saat yang sama, layanan keuangan digital juga terus berkembang meskipun ada langkah-langkah regulasi yang ketat. Kelas menengah terus tumbuh dan kebutuhan terhadap pengelolaan keuangan yang lebih baik, terutama pada masa pascapandemi, semakin meningkatkan permintaan produk dan layanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.