Pertunjukkan Wayang Kulit Berdampak pada Ekonomi Rakyat

oleh -1391 Dilihat
SERAHKAN WAYANG: Wawan Harmawan menyerahkan wayang kepada dalang Ki Restu Wijayadi, tampak hadir pula anggota DPRD DIY RB Dwi Wahyu Budiantoro.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Setiap negara memiliki keunikan, termasuk Indonesia. Keunikan Indonesia berasal dari adat istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal yang ada. Setiap daerah pun mempunyai tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal, salah satunya wayang kulit.

Wayang kulit merupakan seni dan budaya yang berkembang di Yogyakarta. Kesenian tradisional ini lahir, hidup, tumbuh, berkembang terutama dalam masyarakat Jawa.

Beberapa referensi menyatakan bahwa wayang kulit bukan sekadar pertunjukan, namun merupakan media permenungan menuju roh spiritual para dewa. Pada saat ini pertunjukan wayang kulit menjadikan media untuk menyampaikan informasi yang cukup efektif.

”Kami menginisiasi wayang kulit di Kampung Gamelan, Kraton, Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Sanggar Seni Sekar Arum / Sanggar Seni Pertunjukan, Sendangsari, Pajangan, Bantul, DIY,” ungkap anggota DPRD DIY, RB Dwi Wahyu Budiantoro SPd MSi. Lakon wayang kulit dengan dalang Ki Restu Wijayadi yakni ”Watu Gunung”.

Menurut Dwi, generasi milenial dan generasi Z harus mengenal seni dan budaya lokal, termasuk wayang kulit. Dengan menonton pergelaran wayang kulit, akan memperoleh filosofi dan ajaran tentang kejujuran, keberanian, serta ajaran yang baik lainnya.

”Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan wayang kulit sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia,” jelas Dwi.

Makin Meningkat

Wakil Ketua Kadin DIY, Wawan Harmawan SE MM berharap dengan pergelaran wayang malam kulit, apresiasi generasi muda terhadap seni tradisional semakin meningkat. Menurutnya, gelar seni wayang kulit harus berlangsung secara rutin agar tetap lestari.

”Di wilayah perdesaan pergelaran wayang kulit akan diikuti dengan aktivitas pasar malam mini yang dapat mengangkat ekonomi masyarakat setempat,” jelas Wawan yang juga calon wakil wali kota Yogyakarta.

Ia mengapresiasi Dwi Wahyu yang telah menginisisi pergelaran wayang kulit. Apresiasi juga diberikan kepada warga Kampung Gamelan dan sekitarnya.

”Sungguh menggembirakan karena cukup banyak anak muda yang nonton dan menikmati wayang kulit,” ujar Wawan.

Pergelaran wayang kulit dengan lakon ”Watu Gunung” dihadiri sekitar 300 penonton. Di samping RD Dwi Wahyu Budiantoro dan Wawan Harmawan juga hadir sejumlah tokoh masyarakat dan Pengurus Pokdarwis ”Panembahan Semarak”, antara lain Y Sri Susilo, ”Bento” Suharyanto, M Dwi Pramono serta pengurus RT/RW, aparat Polsek Kraton dan Koramil Kraton, Kota Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.