JOGJA, bisnisjogja.id – Mangrove memiliki potensi besar mengurangi emisi karbon. Tanaman tersebut dapat menyimpan karbon pada pohon dan tanah tempat hidup.
”Mangrove memiliki potensi menyimpan karbon jadi sebagai karbon sink pada pohonnya dan juga tanah di bawahnya. Di tanah justru lebih banyak. Sekitar 70-80 persen penyerapan karbon justru pada tanah tempat mangrove hidup,” ungkap Dosen Fakultas Geografi UGM, Prof Muhammad Kamal.
Menurut Kamal, kemampuan mangrove menyimpan karbon pada pohon maupun tanah tempat ia tumbuh. Hal ini menjadikan mangrove memiliki potensi besar mengurangi emisi karbon yang diproduksi di Indonesia.
Serapan Karbon
Ia menyebutkan sumber daya mangrove cukup besar sehingga kelestariannya harus terjaga. Keberadaan hutan mangrove potensial meningkatkan serapan karbon sehingga Indonesia memiliki peran memitigasi perubahan iklim dan pemanasan global.
Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 314 juta ton CO2e menjadi 398 juta ton CO2e pada tahun 2030. Selain pengembangan energi baru dan terbarukan, pelestarian kawasan hutan mangrove memiliki potensi besar mengurangi emisi karbon,
Namun pencatatan stok karbon mangrove memerlukan keahlian khusus sehingga UGM melatih 80 orang peneliti dan petugas pencatatan serapan karbon yang berasal dari berbagai daerah.





