DALAM 10 tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai program strategis yang menjadikan APBN sebagai shock abshorber bagi masyarakat. Namun, masih adanya fenomena penurunan kelas menengah sebesar 9,48 juta orang perlu menjadi kewaspadaan bersama karena adanya tekanan pada pengeluaran pangan, perumahan, dan perpajakan.

JAKARTA, bisnisjogja.id – Aktivitas jasa mulai mendominasi perekonomian Indonesia. Hal itu menjadi alasan pertumbuhan ekonomi menjadi kurang stabil karena rentan terkena guncangan.

”Menjaga perekonomian nasional yang resilien dan berdaya saing perlu pemilahan antara booster sector, looser sector, dan lagging sector untuk melihat potensi perekonomian Indonesia,” ungkap WKU Analisis Kebijakan Makro Mikro Ekonomi, Kadin Indonesia, Aviliani.

Ia menyampaikan pendapatnya pada forum ”Kadin: Global & Domestic Economic Outlook 2025”. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N Bakrie, membuka acara tersebut.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.