JOGJA, bisnisjogja.id – Proses pemeliharaan hingga kematian hewan untuk kurban harus sesuai dengan ajaran agama. Karena itu, Fakultas Peternakan UGM menggelar pelatihan dan uji kompetensi juru sembelih halal (juleha).
Ada 44 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan bertajuk ”Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha)” di Fakultas Peternakan UGM.
Mereka mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari pre-test hingga pendalaman materi untuk kompetensi. Kegiatan tersebut sebagai sarana pelatihan, uji kompetensi, dan perpanjangan sertifikasi bagi juru sembelih halal (surveillance).
”Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan, dari waktu ke waktu selalu bertambah,”ungkap Ketua Jagal Halal UGM, Dr Endy Triyannanto didampingi Ketua Panitia, Ir Cuk Tri Noviandi.
Kompetensi Juleha
Endy menjelaskan, selama tiga hari peserta memperoleh materi terkait kompetensi yang harus dimiliki seorang Juleha.

Kompetensi itu, menerapkan Syari’at Islam, melakukan koordinasi pekerjaan, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, menerapkan kebersihan sanitasi.
Ada pula kompetensi melakukan pemeriksaan fisik hewan, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, memeriksa kelayakan proses penyembelihan dan menetapkan status kematian hewan.
”Peserta harus mengikuti serangkaian ujian, terdiri atas tes tertulis, wawancara serta praktik,” ujar Endy.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Budi Guntoro berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi para juru penyembelih halal di berbagai daerah.
Ia mengingatkan halal dimulai dari jagal. Halal bukan hanya terkait proses penyembelihan tetapi keseluruhan proses penanganan serta traceability dari produk sembelihan.





